Profil Andi Silangen, Anak Pulau Penjual Es Lilin yang Kini Ketua DPRD Sulawesi Utara

Di mana pun orang Sanger berkumpul pasti akan bernyanyi. Ciri utama budaya Sangir adalah kesenian.

7. Keluarga Pasien Bawa Ayam, Ubi Hingga Sayur

Andi Silangen bersama keluarga

Selama di Gorontalo dan Kotamobagu, Andi Silangen membuka praktik bedah di rumah tinggal.

Ia menghadapi kenyataan jasa bedah dibayar warga dengan ayam, ubi serta sayur.

Ia merasa bersyukur hidup di tengah warga miskin.

Dari sini Andi menyadari profesi dokter sesungguhnya tugas pelayanan kepada sesama, sebagai penyelenggara ilahi di dunia.

Uang akan kita nikmati pada waktunya, bukan di tempat orang susah, katanya.

Ia tidak pernah memasang tarif selama praktik di desa.

Seusai operasi, keluarga pasien membawa ayam, ubi juga sayur.

"Kami terima dengan senang hati”. Selayaknya dokter pemula, katanya, wajib turun ke desa merasakan denyut kehidupan masyarakat.

Kemampuan Andi dalam bedah digestif, menjadikan dirinya salah satu dokter utama di Rumah Sakit Eka Hospital BSD City Tangerang.

Eka Hospital menjadi rujukan rumah sakit internasional yang sebagian pasiennnya adalah ekspaktriat, warga asing bekerja di berbagai perusahaan internasional di Indonesia.

Bekerja profesional sebagai ahli bedah digestif, Andi mengaku merasakan kelimpahan hidup dengan pendapatan uang ratusan juta rupiah setiap bulan.

Konon gaji Andi mencapai Rp 300 juta hingga Rp 400 juta setiap bulan plus bonus operasi lainnya.

Akan tetapi Andi tidak merinci gaji diterima dia menyebut pendapatan tiga digit.

Di Eka Hospital Andi bertemu dengan dr. Jacob Pairunan, dokter spesialis anak pernah bertugas di Manado.

Menurut Jacob, Andi memiliki otak dan tangan trampil.

Sebab tidak mudah menjalani profesi bedah digestif yang memiliki resistensi.

“Yang Andi lakukan setiap hari adalah operasi usus, hati dan empedu, organ rawan dalam tubuh manusia,” katanya.

Meski umur keduanya terpaut belasan tahun, Andi dan Jacob mengisi waktu sengang berdiskusi banyak hal termasuk isi dan sejarah nabi dalam Alkitab.

Keduanya, memiliki pandangan bahwa hidup manusia adalah berkat dan berkarya bagi sesama.

Setiap manusia memiliki kebebasan memilih, tetapi tugas utama setiap insan manusia sebagai penyelenggara ilahi di dunia.

Filsuf Jean Jacques Rousseau dari Prancis menyebut bila manusia ingin selamat hanya ada satu jalan yakni “Back to nature”, kembalilah kepada keadaan pada awal mula.

Di berbagai tempat, ujar Jacob, Andi menjadi katalisator. Ia mengerjakan hampir semua hal.

Saat ada ketegangan dia mampu membangun kembali dinamika kelompok. Andi lentur, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan semua orang.

Dr. Taufik Pasiak, juniornya di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, kerap berdiskusi dengan Andi dalam berbagai hal.

Ketika itu Taufik, menjadi coasisten di bagian bedah, Andi menjadi dokter residen. Ketika dia lulus dokter Andi menjadi ahli bedah.

Taufik mengatakan tiga hal menarik dari diri Andi, keuletan, kesabaran dan orangnya mudah bergaul dengan siapa saja, tua dan muda.

Tiga hal itu, ujar Taufik, menjadi paduan menarik jika seseorang ingin berjuang bersama rakyat. “Hal paling utama turun ke politik yakni dokter Andi sudah tuntas dengan kehidupan dirinya, tepat sekali dengan posisi yang diembannya sebagai ketua DPRD Sulut,” tandas Taufik.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved