Profil Andi Silangen, Anak Pulau Penjual Es Lilin yang Kini Ketua DPRD Sulawesi Utara

Di mana pun orang Sanger berkumpul pasti akan bernyanyi. Ciri utama budaya Sangir adalah kesenian.

5. Jawara Kelas dan Penerima Beasiswa

Andi Silangen bersama keluarganya di DPRD Sulut

Di masa kuliah, Andi Silangen tergolong mahasiswa cerdas. Sistem perkuliahaan dengan naik tingkat membuat Andi harus belajar keras.

Persyaratan naik tingkat harus lulus semua mata kuliah. Oleh karena itu ia membaca kembali setiap materi kuliah diperoleh hari itu.

Meski harus beraktivitas di tempat lain.

Ketika berada di atas perahu, Andi tak lupa membawa gulungan kertas berisikan materi kuliah yang sudah ditulis untuk dibaca lagi meski penerangan lampu petromaks.

“Padahal kita lagi mo mangael suntung,” katanya.

Kecerdasan Andi terlihat sewaktu bersekolah di SD RK XIX Manado. Selanjutnya di SMP Negeri I Manado.

SMA Negeri I hingga ke jenjang perguruan tinggi. Andi selalu juara kelas.

Kepintaran inilah menopang kehidupan pendidikan tinggi dengan menerima beasiswa.

Uang beasiswa Rp25.000 diterima setiap bulan, sangat membantu dirinya membeli buku.

Belajar setiap hari diibaratkan mengisi botol dalam air.

Kalau botol diisi air sekaligus pada saat ujian sebagian pasti tumpah alias mubasir.

Ketika memasuki musim ujian, saat teman-temannya belajar serius, Andi justru bermain gitar.

Kepintaran Andi, menjadikan dia populer di angkatannya.

Posisi Andi saat ujian biasanya menjadi rebutan teman mahasiswa untuk berada di sampingnya.

Kalo kita so klar isi jawaban biasa teman-teman jaga menegok, nyanda apa-apa baku bantu,” katanya.

Andi seangkatan Grace Punuh, sekarang Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulut.

Alhasil empat tahun dilewati Andi di bangku kuliah tanpa menunggak satupun mata kuliah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved