Profil Andi Silangen, Anak Pulau Penjual Es Lilin yang Kini Ketua DPRD Sulawesi Utara

Di mana pun orang Sanger berkumpul pasti akan bernyanyi. Ciri utama budaya Sangir adalah kesenian.

3. Kakaknya Sekprov Sulut, Adiknya Dosen di Unsrat

Fransiscus Andi Silangen seusai dilantik sebagai Ketua DPRD Sulut, Senin (26/10/2020)

Bakat enterpreneur membuat anak kedua dari enam bersaudara menjadi andalan ibunya Elizabeth berbelanja di Pasar Jengki, sekarang pasar Bersehati Manado.

Hasil belanjaan Andi kemudian dijual lagi oleh ibunya yang membuka warung di rumahnya.

Ketika itu, ayahnya Eduard Silangen, seorang guru yang pindah ke Manado dari Siau belum mendapat job kerja setelah melepas jabatan kepala sekolah SMEA Negeri Siau.

Seiring waktu Andi harus pindah ke Bitung. Saat itu sang ayah menjadi Kepala Sekolah SMEA Negeri Bitung.

Andi mengaku terus membantu ibunya juga membuka warung makan kantin sekolah.

Torang samua anak-anak dididik kerja. Kita deng Edwin bakuganti jaga warung, June masih kecil,” katanya.

Edwin dimaksud adalah Edwin Silangen, kakak tertua yang kini menjabat sebagai Sekretaris Provinsi Sulut.

June Silangen adalah adik kandung Andi sekarang Kepala Bidang Pajak Kendaraan Bermotor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulut.

Bakat guru ayahnya turun pada dua adik perempuan Andi, Theresia dan Patricia.

Sedangkan adik perempuan lainnya Maria JE Silangen, sarjana ekonomi sukses mengadu nasib di Jakarta.

Kini Maria menjabat Vice President Corporate Finance, PT Hotel Indonesia Natour Jakarta, juga pegawai Kementerian BUMN.

Theresia Silangen bahkan memelopori pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Likupang melalui Yayasan Pendidikan Rakyat.

Kini SMK Likupang menjadi pendidikan vokasi terkemuka di Minahasa Utara dengan ratusan anak didik.

Sementara Patricia menempuh karier sebagai dosen di Fakultas MIPA Jurusan Fisika Universitas Negeri Manado, setelah menamatkan pendidikan S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Fisika Dasar.

Dari Bitung, ayahnya kemudian pindah ke Manado.

Andi pun beranjak remaja. Kmudian memumpuk cita-citanya menjadi seorang dokter.

Dikatakan profesi dokter itu keren, disegani masyarakat dan penghasilannya lebih besar dari rata-rata profesi waktu itu.

“Kita suka jadi dokter karena doi banya. Lebe capat beli oto,” katanya diiringi tawa lepas. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved