Breaking News:

Pilkada 2020

Hoaks Diprediksi Bakal Menjamur di Pilkada 2020, Masa Kampanye Lebih Panjang Dibandingkan Sebelumnya

Ketua KPU RI Arief Budiman memprediksi produksi fitnah, hoaks hingga black campaign alias kampanye hitam akan mengalami peningkatan pada pelaksanaan P

Editor:
Rina Ayu/Tribunnews.com
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman usai 

TRIBUNMANADO.CO.ID - KPU memberikan masa kampanye selama 71 hari, terhitung sejak tanggal 26 September sampai 5 Desember 2020.

Menurut Ketua KPU RI Arief Budiman memprediksi produksi fitnah, hoaks hingga black campaign alias kampanye hitam akan mengalami peningkatan pada pelaksanaan Pilkada 2020, Desember mendatang.

Terlebih KPU melalui PKPU memberikan masa kampanye Pilkada 2020 lebih panjang dibanding pemilu sebelumnya.

"Penggunaan teknologi informasi dalam hal ini media sosial, media televisi, yang oleh sebagian orang digunakan dengan cara yang kurang pas, hoaks banyak menyebar di situ, kemudian fitnah, black campaign, itu disalurkan lewat situ," kata Arief di Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020).

Ketua KPU RI Arief Budiman, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).
Ketua KPU RI Arief Budiman, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019). (Danang Triatmojo/Tribunnews.com)

"Di 2020 ada Pilkada, saya membayangkan penggunaan media sosial, penggunaan media elektronik, penggunaan lembaga penyiaran itu akan meningkat. Berarti ruang terjadinya hal yang sama itu makin lebar, terbuka," tambah Arief.

Bahkan kata Arief, dewasa ini media massa, media elektronik sudah banyak berkembang bahkan dalam skala kecil. Sebagai contoh, semakin menjamurnya radio komunitas, televisi lokal hingga koran cetak yang punya cakupan pada satu kota saja.

Keberadaan media-media tersebut jadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara Pemilu untuk mengawasi dan memantau kontennya di masa Pilkada 2020.

"Kita tidak boleh berhenti di sini, karena media sekarang tidak berbatas. Bisa ada di mana saja, scoop kecil sekalipun, ada tv lokal, ada radio komunitas, koran cetak lokal yang sebarannya hanya satu kota saja," ujar Arief.

Arief juga memprediksi penggunaan media sosial maupun media massa di Pilkada 2020 akan melampaui aktivitas Pemilu 2019 kemarin. Pasalnya di Pilkada 2020, pertemuan fisik akan dikurangi.

Sementara pemanfaatan media massa, media elektronik hingga media sosial akan diberikan porsi lebih banyak dari sebelumnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved