Minggu, 14 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Seorang Jurnalis

Catatan Seorang Jurnalis: Apologet Bersepatu Bola

Mukjizat dibuang dari Alkitab ; kisah Yesus berjalan di atas air dipangkas habis dan dianggap sebatas metafora puitis atau sekadar salah paham.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Arthur_Rompis
PIALA DUNIA - Penjualan bendera negara peserta Piala Dunia 2026 di Pasar 45, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Di tengah publik global yang skeptis terhadap agama, miliaran pasang mata - termasuk warga yang tengah noreng (nonton bareng) di lorong-lorong padat Kota Manado - menyaksikan bagaimana hukum bola dipaksa tunduk pada kedaulatan Ilahi. 

Ringkasan Berita:
  • Mukjizat dibuang dari Alkitab ; kisah Yesus berjalan di atas air dipangkas habis dan dianggap sebatas metafora puitis atau sekadar salah paham optik oleh para teolog liberal.
  • Para pemuja paham kedaulatan manusia kian lantang merayakan penyingkiran total Kekristenan dari publik yang mereka sebut puncak peradaban. 
  • Di atas mimbar pun setali tiga uang. Gott ist tot. 

 

Kita telah tiba di suatu masa ketika orang orang merayakan matinya Tuhan

Gereja gereja di Eropa beralih fungsi menjadi bar. 

Mukjizat dibuang dari Alkitab ; kisah Yesus berjalan di atas air dipangkas habis dan dianggap sebatas metafora puitis atau sekadar salah paham optik oleh para teolog liberal.

Para pemuja paham kedaulatan manusia kian lantang merayakan penyingkiran total Kekristenan dari publik yang mereka sebut puncak peradaban. 

Di atas mimbar pun setali tiga uang. Gott ist tot. 

Yesus yang dikhotbahkan kini kerap menjadi Yesus yang lain. 

Ia yang disalibkan untuk menebus dosa dan bangkit membawa kemenangan maut, tidak lagi dikenali. 

Umat cenderung memuja Yesus yang perkasa hanya sebagai sosok pembuat mukjizat yang bertugas mengabulkan semua daftar permintaan manusia.

Namun, ada kerapuhan eksistensial yang tersembunyi di balik ketegaran semu manusia modern. 

Di balik senyum sinis yang menolak keberadaan surga, kecemasan batin tetap menganga. 

Kita berhasil memperoleh seisi dunia, tetapi kehilangan hidup itu sendiri.

Tepat di saat mimbar mulai runtuh menjadi puing dan para apologet kepayahan berduel melawan kaum ateis, Tuhan justru berbicara melalui cara yang tak terduga. 

Ia meminjam kaki-kaki legam yang menendang bola di panggung Piala Dunia

Di tengah publik global yang skeptis terhadap agama, miliaran pasang mata - termasuk warga yang tengah noreng (nonton bareng) di lorong-lorong padat Kota Manado - menyaksikan bagaimana hukum bola dipaksa tunduk pada kedaulatan Ilahi.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved