Catatan Seorang Jurnalis
Catatan Seorang Jurnalis: Apologet Bersepatu Bola
Mukjizat dibuang dari Alkitab ; kisah Yesus berjalan di atas air dipangkas habis dan dianggap sebatas metafora puitis atau sekadar salah paham.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Ingatan saya terlempar pada momen ketika wasit meniup peluit panjang di Stadion Internasional Yokohama, Jepang, pada final Piala Dunia 2002. Brasil baru saja mencukur Jerman 2-0 untuk merengkuh trofi kelima mereka.
Di atas lapangan, para pemain Brasil langsung membentuk lingkaran besar dan berdoa dengan sangat khusyuk.
Lúcio, sang libero tangguh, membuka jerseynya untuk memamerkan kaus dalam bertuliskan "I Belong to Jesus".
Di sampingnya, Kaká yang kala itu masih menjadi pemain muda, menuliskan kesaksian sederhana namun bernas: "Jesus, the Way of Life".
Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, kemunculan para "Apologet Bola" ini justru kian marak.
Ada Jérémy Doku, bintang muda Manchester City dan timnas Belgia, yang mendadak viral karena rutin membagikan renungan Alkitab di media sosialnya.
Ia mengutip Kisah Para Rasul 12 tentang kisah dipenjarakannya Petrus hingga pembebasan ajaibnya oleh malaikat.
Doku bersaksi secara radikal, meminta setiap manusia menerima Injil agar dibebaskan dari belenggu dosa yang mengikat hati.
Di kubu timnas Inggris, ada kisah tentang Bukayo Saka, Eberechi Eze, dan Noni Madueke.
Tiga pilar andalan lini depan Tiga Singa ini ternyata membentuk kelompok pendalaman Alkitab resmi di dalam internal tim.
Aktivitas rohani ini kian gencar mereka lakukan menjelang turnamen akbar ini dimulai, seraya mengajak rekan setim dan para penggemar untuk ikut merenungkan firman.
Ada pula Christian Pulisic, sang kapten timnas Amerika Serikat. Pulisic memiliki ritual tak tergoyahkan untuk membaca Injil dan mendengarkan musik gospel di ruang ganti sebelum bertanding, termasuk menjelang laga perdana melawan Paraguay.
Kepada para jurnalis, Pulisic gemar membagikan perspektif iman Kristen yang murni ; bahwa mengikut Kristus berarti harus siap memikul salib-Nya sendiri.
Bahkan Neymar Jr., mega bintang Brasil yang sarat kontroversi, dalam kejujuran yang langka mengakui bahwa dirinya sangat rapuh dan mustahil bisa melangkah tanpa topangan Tuhan.
Makanya para apologet bola ini mengingatkan kita. Jangan lupa Tuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Penjualan-bendera-negara-peserta-Piala-Dunia-2026-di-Pasar-45.jpg)