Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Opini

Arisan Sebagai Perekat Kebersamaan Masyarakat Desa Winetin

Selain menjadi ruang komunikasi sosial, arisan juga memperlihatkan kuatnya solidaritas masyarakat Desa Winetin.

Tayang:
Dokumen Pribadi
Yasni Diana Langi, Mahasiswa STF Seminari Pineleng 

Solidaritas yang Masih Terjaga

Selain menjadi ruang komunikasi sosial, arisan juga memperlihatkan kuatnya solidaritas masyarakat Desa Winetin. Solidaritas berarti rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama anggota masyarakat. Nilai inilah yang masih terlihat jelas dalam kehidupan sosial warga desa.

Ketika ada anggota masyarakat yang mengalami kesulitan, kelompok arisan biasanya hadir memberikan dukungan. Misalnya ketika ada anggota yang mengalami kedukaan, kelompok arisan memberikan bantuan dana sosial kepada keluarga yang berduka.

Kelompok-kelompok besar seperti Serikat Desa, Serikat Makatou, dan Serikat Sosial Esa Genang bahkan dapat memberikan bantuan sosial hingga jutaan rupiah kepada keluarga anggota yang meninggal dunia. Bantuan tersebut tentu sangat berarti, terutama bagi keluarga yang sedang menghadapi kesulitan.

Namun yang lebih penting dari bantuan itu sebenarnya ialah rasa kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat. Kehadiran warga dalam situasi duka membuat keluarga yang mengalami kesusahan merasa tidak sendirian. Ada dukungan sosial yang nyata di tengah masyarakat.

Semangat seperti ini menjadi sesuatu yang sangat berharga di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis. Saat ini banyak orang lebih sibuk dengan urusan pribadi dan kurang memperhatikan lingkungan sosial di sekitarnya. Karena itu, tradisi arisan menjadi pengingat bahwa manusia tetap membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya.

Semangat Gotong Royong yang Tetap Hidup

Masyarakat Sulawesi Utara sejak dahulu dikenal memiliki budaya gotong royong yang kuat. Dalam masyarakat Minahasa misalnya, dikenal budaya mapalus yang menekankan kerja sama dan saling membantu dalam kehidupan bersama.

Walaupun zaman terus berubah, nilai dasar gotong royong itu ternyata masih tetap hidup dalam kehidupan masyarakat desa. Salah satu bentuknya tampak dalam kegiatan arisan.

Dalam arisan, setiap anggota memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan kelompok. Semua anggota harus saling percaya dan menjalankan kewajiban masing-masing. Tanpa rasa tanggung jawab dan kepercayaan, kegiatan arisan tidak mungkin berjalan dengan baik.

Karena itu, arisan sebenarnya mengajarkan banyak nilai sosial kepada masyarakat. Melalui arisan, masyarakat belajar tentang tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan rasa saling percaya.

Kepercayaan menjadi unsur yang sangat penting dalam kegiatan arisan. Setiap anggota percaya bahwa anggota lain akan memenuhi kewajibannya dengan baik. Dari situlah hubungan sosial yang lebih kuat mulai terbentuk.

Di Desa Winetin, hubungan sosial yang baik membuat masyarakat lebih mudah bekerja sama dalam berbagai kegiatan desa lainnya. Ketika masyarakat memiliki rasa kebersamaan yang kuat, mereka juga lebih mudah bersatu dalam menghadapi persoalan bersama.

Menjaga Harmoni Sosial di Tengah Perubahan Zaman

Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup modern memang membawa banyak kemudahan dalam kehidupan manusia. Namun di sisi lain, perubahan tersebut juga sering membuat hubungan sosial menjadi lebih renggang. Banyak orang lebih sering berkomunikasi melalui media sosial daripada bertemu secara langsung.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved