Catatan Jurnalis
Catatan Seorang Jurnalis: Crime And Punishment
Mengingat Riyo, sahabatku yang meninggal tepat hari ini beberapa tahun yang lalu tanpa diketahui siapa pembunuhnya
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
MENGINGAT Riyo, sahabatku yang meninggal tepat hari ini beberapa tahun yang lalu tanpa diketahui siapa pembunuhnya, saya teringat Crime and Punishment.
Novel ini ditulis pujangga Rusia Fyodor Dostoyevski. Tokoh utamanya bernama Raskoldikov.
Sang tokoh utama adalah pria cerdas dan utopis. Ia menginginkan revolusi.
Dirinya memandang revolusi sebagai usaha yang digerakkan tokoh besar. Dalam iktiar mewujudkan revolusi, seorang tokoh besar sah mengorbankan tokoh kecil.
Raskoldikov mengamati penderitaan di sekelilingnya dan mendapati itu akibat ulah Alyona Ivanovna. Wanita tua ini berperofesi sebagai rentenir. Ia jahat dan kejam. Banyak orang jadi miskin karena ulah Alyona.
Didorong semangat revolusi, Raskoldikov membunuh wanita ini. Saat membunuh Alyona, Raskoldikov kepergok Lizareta. Lizareta adalah adik Alyona.
Kelakuan kakak beradik ini beda langit dan bumi. Lizarera adalah wanita lembut, pengasih dan rajin ke gereja.
Terpaksa, Lizareta ia bunuh pula. Demi menghilangkan jejak. Raskoldikov merancang pembunuhan itu dengan sangat cermat, hingga tak ada satu pun bukti yang tersisa.
Polisi dari segala penjuru Rusia mengadakan penyelidikan dan semuanya menemukan tembok buntu.
Seorang polisi cerdas bernama Porfiry mencurigai Rakoldikov.
Tapi ia tak sanggup menemukan bukti bahwa Rakoldikov lah pembunuhnya.
Tenangkah Rakoldikov ?
Ternyata tidak. Ia resah, terombang ambing antara perasaan bersalah dan pembenaran pembunuhan atas nama ideologi.
Dia memang dapat lolos dari hukum dunia. Tapi tak bisa lepas dari hukum Tuhan. Pengadilan hati nurani lebih kejam dari dakwaan Jaksa manapun di dunia. Setiap hari, hati nurani mengadilinya. Ia tak bisa membela diri.
Jiwanya terpojok. Pikirannya mulai berhalusinasi. Dimana - mana ada Lizareta, wanita saleh dan tidak tahu apa apa yang ia bunuh ; di piring yang ia makan, di air dalam gelas yang akan ia minum, di dinding, tembok maupun di udara. Rakoldikov tak kuat.
Ia tak bisa lagi membedakan mana khayalan, mana kenyataan. Hidup sang pria cerdas dengan cita cita tinggi itu pada akhirnya berakhir di rumah sakit jiwa.
Begitupun takdir setiap pelaku pembunuhan yang tidak terungkap.
Anda bisa lolos dari hukum dunia, tapi tidak dari hukum Tuhan. Penjahat keji yang lolos dari penghakiman dunia akan sangat menderita, karena hati nurani akan mendakwa setiap menit, membuat anda tak bisa hidup tenang kendati bergelimang harta dan dinaungi kekuasaan. Anda tak akan kuat.
Pikiran anda akan resah, tubuh akan melemah dan segalanya akan hancur pada saat mencapai titik yang tidak tertahankan. Harta dan kekuasaan tak dapat menyelamatkan anda.
Kehancuran bukan hanya akan menimpa anda. Tapi juga keluarga anda. Mereka akan dikutuk Tuhan karena kepengecutan anda.
Darah orang yang anda bunuh akan berteriak dan bumi menuntut keadilan.
Pilihan anda akan sangat sulit. Jadi gila, mati bunuh diri atau dikutuk Tuhan dan menghabiskan kekekalan dalam neraka.
Satu satunya pilihan terbaik diantara yang terburuk adalah mengaku dosa anda dihadapan Tuhan dan menyerahkan diri pada polisi. Masih belum terlambat. (Arthur Rompis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Riyo-Noor-meninggal-setelah-ditabrak-oleh-orang-tak-dikenal-di-ruas-jalan-Desa-Tompaso-Dua.jpg)