Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Opini

Muhasabah Pertengahan Ramadhan

Pertengahan Ramadhan adalah momen strategis untuk “berhenti sejenak”, melihat ke dalam, dan menilai kualitas ibadah kita.

Editor: Ventrico Nonutu
Dokumen Pribadi/-
RAMADHAN - Supriadi, S.Ag., M.Pd.I. Muhasabah pertengahan Ramadhan 

Oleh: Supriadi, S.Ag., M.Pd.I

SETIAP kedatangan bulan Ramadhan selalu akan membawa suasana baru.

Ramadhan selalu datang dengan gegap gempita.

Orang yang menyambutnya pun tidak tanggung-tanggung persiapannya, terutama deretan menu pada sahur pertama.

Pada awal-awal puasa, senantiasa diisi dengan semangat berburu pahala.

Ada banyak indikator yang bisa dilihat, misalnya masjid-masjid seringkali penuh, bahkan jama’ahnya meluber sampai dibuatkan tenda di depan masjid oleh pengurusnya saking banyaknya jamaah.

Selain itu, tilawah al-Qur’an menggema dimana-mana.

Tentu saja tidak mengherankan karena Ramadhan adalah syahrul Qur’an atau bulannya al-Qur’an.

Dimana-mana tampak umat Islam rajin membacanya.

Begitu pula dengan sedekah yang terlihat seperti mengalir dengan lancar.

Kios-kios Ta’jil yang menjual aneka makanan berbuka puasa juga sangat banyak dengan aneka rupa dan rasa.

Semuanya campur aduk jadi satu membentuk suasana nan penuh gairah dan kegembiraan menghidupkan Ramadhan.

Tidak heran jika pahala yang besar menanti bagi mereka yang merasa senang dan bergembira dengan datangnya Ramadhan.

Seiring perjalanan waktu, kondisi yang tampak mulai berbalik dan kontras dengan fenomena di awal Ramadhan.

Ketika memasuki pertengahan bulan, suasana sering berubah.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved