Opini
Muhasabah Pertengahan Ramadhan
Pertengahan Ramadhan adalah momen strategis untuk “berhenti sejenak”, melihat ke dalam, dan menilai kualitas ibadah kita.
Energi pun mulai menurun, rutinitas harian terasa seperti biasa saja, dan target ibadah perlahan terlupakan.
Pada titik inilah muhasabah menjadi sangat penting, guna mengembalikan semangat seperti di awal Ramadhan.
Al-Qur'an sebagai pedoman umat manusia telah mengingatkan: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok” (QS. Al-Hasyr: 18).
Ayat ini memberikan sebuah penegasan bahwa evaluasi diri bukan sekadar anjuran, tetapi sudah menjadi kebutuhan spiritual.
Pertengahan Ramadhan adalah momen strategis untuk “berhenti sejenak”, melihat ke dalam, dan menilai kualitas ibadah kita.
Adakalanya kita lebih fokus pada persoalan kuantitas, misalnya berapa juz yang sudah dibaca, berapa rakaat tarawih yang ditunaikan, berapa banyak takjil yang dibagikan.
Padahal Ramadhan bukan hanya tentang angka-angka semata, melainkan tentang perubahan hati.
Apakah puasa kita telah melatih kesabaran? Apakah lisan kita lebih terjaga? Apakah hubungan kita dengan keluarga dan sesama semakin hangat?
Pesan Rasulullah saw. sebagai pengingat bahwa betapa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga, menjadi sebuah peringatan keras bahwa esensi puasa sesungguhnya terletak pada pengendalian diri dan peningkatan takwa.
Jika pertengahan Ramadhan kita lalui tanpa melakukan refleksi, maka dikhawatirkan ibadah kita hanya akan menjadi rutinitas biasa tanpa ruh dalam beribadah.
Ada saatnya oang yang melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan ini melakukan Muhasabah.
Apalagi sudah memasuki pertengahan Ramadhan.
Hal ini bisa bermakna menyusun ulang strategi.
Misalnya secara konkrit jika target tilawah tertinggal, masih ada waktu untuk mengejar.
Jika shalat berjamaah mulai jarang, masih ada kesempatan untuk memperbaiki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/RAMADHAN-Supriadi-SAg-MPdI.jpg)