Catatan Seorang Jurnalis
Tragedi Evia
Anna tokoh utama dalam Anna Karenina, novel karya Leo Tolstoy, memilih mengakhiri hidup dengan tidur di rel kereta api.
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
- Penulis meragukan kesimpulan polisi mengenai penyebab kematian Evia karena menemukan berbagai kejanggalan di lapangan.
- Evia sempat melawan relasi kuasa dengan melaporkan dugaan pelecehan seksual yang ia alami di lingkungan kampus.
- Penulis menjadikan kisah Evia sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan sekaligus bentuk empati jurnalisme pada Hari Pers.
Anna tokoh utama dalam Anna Karenina, novel karya Leo Tolstoy, memilih mengakhiri hidup dengan tidur di rel kereta api.
Ia berdoa Bapa Kami sebelum menyerahkan tubuhnya untuk digilas kereta api.
Namun Evia bukanlah Anna.
Evia, mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal dunia tak wajar di tempat kosnya di Tomohon, adalah cerita yang berbeda.
Meski polisi menyimpulkan ia bunuh diri, banyak orang -termasuk saya - tak percaya.
Ia terlalu tegar untuk bertindak konyol.
Fakta di lapangan memperlihatkan sejumlah kejanggalan.
Ah andai saja ada Poirot.
Tapi sudahlah. Saya berharap polisi dapat membongkar misteri di balik kasus ini.
Evia, gadis kepulauan yang percaya bahwa menjadi miskin bukanlah takdir.
Hidup, baginya, musti diperjuangkan. Dia percaya pendidikan adalah alat perjuangan untuk mengubah hidup.
Evia ingin ke puncak, dan ia tak mau sendirian.
Ia ingin membawa orang tuanya, sang adik, bahkan teman - temannya ke sana.
Evia juga sosok berani. Ia mahasiswi yang berani melawan relasi kuasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/MAHASISWI-Evia-Maria-Mangolo-semasa-hidup.jpg)