Catatan Seorang Jurnalis
Tragedi Evia
Anna tokoh utama dalam Anna Karenina, novel karya Leo Tolstoy, memilih mengakhiri hidup dengan tidur di rel kereta api.
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswi sesungguhnya bukan barang baru di Sulut.
Banyak kasus serupa.
Banyak pengajar yang bermental buaya.
Sejumlah mahasiswi yang kena jerat. Beberapa diantara mereka menyerah.
Ada pula yang melawan, tapi lama - kelamaan surut, karena faktor relasi kuasa itu.
Tapi Evia berani melawan relasi kuasa itu.
Ia menulis surat pengaduan ke kampusnya.
Soal dugaan pelecehan yang ia alami.
Saya meliput dari dekat peristiwa ini.
Saya bisa merasakan suasana kebatinan yang menyedihkan sekaligus membangkitkan amarah.
"Cahaya itu sudah pudar," kata ayah Evia.
"Saya adalah orang yang sadar bahwa pendidikan dapat mengubah hidup, untuk itulah Evia kami sekolahkan, biar hidup kami miskin, tapi saya berjuang untuk sekolahkan dirinya. Mimpi saya ia akan sukses dan mengangkat hidup kami. Tapi akhirnya jadi begini," katanya.
Perjuangan itu nampak pada fisik ayah Evia.
Tubuhnya ringkih.
Urat - urat muncul dari lengannya yang legam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/MAHASISWI-Evia-Maria-Mangolo-semasa-hidup.jpg)