Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Seorang Jurnalis

Tragedi Evia

Anna tokoh utama dalam Anna Karenina, novel karya Leo Tolstoy, memilih mengakhiri hidup dengan tidur di rel kereta api.

Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Istimewa
MAHASISWI - Evia Maria Mangolo semasa hidup. ​Evia, mahasiswi Unima yang ditemukan meninggal dunia tak wajar di tempat kosnya di Tomohon, Sulawesi Utara. 

Gurat tampak di wajahnya. 

Ia letih. Sedih. Pedih. Tapi jarang meneteskan air mata. Saya teringat ketika ayah wafat. Saat itu, saya tidak meneteskan air mata.

Bukannya tak sedih, tapi terlalu sedih hingga tak dapat menangis. 

Sedih tanpa tangis adalah depresi yang mengandung protes. 

Bukan lagi gelap, tapi sebuah kekelaman. Sedang ibu Evia lebih ekspresif.

Dia sering menangis hingga matanya agak bengkak. 

Kenangannya dengan Evia ia ungkap, dengan perasaan yang rindu dan sendu.

Setiap cerita berakhir dengan air mata. 

"Saya sering didatangi Evia dalam mimpi," katanya. 

Konon Evia menitipkan sebuah petunjuk. 

Dalam kasus kasus sulit, kadang dibutuhkan petunjuk langit. 

Saya kira, bukan kebetulan kiranya 40 hari Evia bertepatan dengan hari Pers. 

Maka, dii hari Pers ini, saya menulis tentang Evia. 

Untuk menunjukkan bahwa Jurnalisme adalah empati, pembelaan terhadap yang lemah untuk melawan relasi kuasa. 

Jurnalisme juga mengokohkan simbol perlawanan terhadap kebejatan. 

Sebagaimana Marsinah yang menjadi simbol perlawanan buruh, Evia juga adalah sebuah simbol perlawanan mahasiswi. (Arthur Rompis)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved