Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

OPINI

AI System dan Kerumunan

Tulisan ini tentang Internet Platform, AI System, dampaknya ke media massa dan publik, serta apa yang mesti kita lakukan.

TribunTErnate.com/Sitti Muthmainnah
AI - CEO Tribun Network Dahlan Dahi saat jadi pembicara pada WAN-INFRA AMLS di Singapura, Rabu (5/11/2025). Opini ini mengulas tentang Internet Platform, AI System, dampaknya ke media massa dan publik, serta apa yang mesti kita lakukan. 

Tapi, ada biayanya. Mahal sekali. Mis-informasi, disinformasi, opini publik, demokrasi, tertib sosial. Media dan bisnis tradisional tumbang, PHK di mana-mana.

Lembaga-lembaga sosial lama, bahkan institusi keagamaan, mendapatkan tantangan baru. Ada yang pergi, ada yang datang. Ada yang tumbang, muncul yang baru.

AI System

Kita sedang mengarungi dunia baru, dunia yang diciptakan oleh Internet Platform, ketika teknologi AI bisa diakses publik melalui ChatGPT, November 2022.

AI System adalah power, kekuatan, yang karakternya berbeda. Meski sama-sama enable karena internet, AI berbeda: incentive system dan cara kerja. Karena itu, dampaknya juga akan berbeda.

AI atau Artificial Intelligence adalah sistem, sama dengan Internet Platform. Bedanya: sistem ini diberi tugas menjalankan pekerjaan manusia (to perform human tasks).

Agar bisa menjalankan fungsi itu, sistem itu diberi kemampuan berpikir seperti manusia. Dia memiliki kemampuan kecerdasan –seperti manusia.

AI dilatih, pre-trained. AI tidak diprogram (pre-programmed) seperti Internet Platform. Karena dia dilatih, AI memiliki kemampuan self improvement.

Artinya, kalau AI dilatih berjalan, dia akan berjalan. Tapi lebih dari itu, dia bisa berjalan cepat, kemudian berlari –dan bisa sambil menyanyi. Dia bisa menjadi otonom. 

AI, seperti manusia, bisa mengenali teks (jadi, dia bisa tahu, ooo “ini kota” atau “ini nama orang”). AI juga bisa memahami gambar (images), suara, dan suara-gambar (audio-visual).

Informasi yang masuk ke 'pancaindra' AI itu diolah, dibuat polanya, dan dibuat prediksinya (prediksi inilah jawaban yang di-trigger oleh prompt).

Jadi, mesin AI, yang dilatih berjalan, bisa sambil berjalan, melihat, mengenali, memproses informasi dan menghasilkan informasi baru.

Dia entitas, yang seperti manusia, memiliki kemampuan mencari, mengolah, dan mendistribusikan informasi baru.

AI bisa membuat keputusan sendiri, menghasilkan keputusan yang sebelumnya tidak diprogram. Internet Platform, sementara itu, hanya retrieve, menarik informasi yang sudah tersedia di jaringan internet.

Hasil Google Search, misalnya: hanya mencari informasi yang sudah ada. Google Search tidak membuat kalimat sendiri. Dia tidak bisa berpikir sendiri, membuat keputusan sendiri.

Google Search, dengan demikian, hanya melayani manusia. Dia tidak bersaing dengan manusia.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved