Opini
Polisi Sipil, Bukan Alat Kekuasaan
Transformasi Polri menjadi polisi sipil humanis bukan sekadar reformasi struktural; ia adalah reformasi moral, filosofis, dan politis yang mendesak.
Transformasi Polri menjadi polisi sipil yang humanis menuntut reposisi kelembagaan yang mengurangi politisasi, integrasi humanisme dalam pendidikan dan budaya kerja, penguatan mekanisme pengawasan internal dan eksternal, serta strategi anti-politisasi yang tegas. Polri harus berdiri di atas prinsip otonomi, profesionalisme, dan pelayanan publik. Transformasi ini bukan sekadar agenda reformasi; ia adalah tugas moral seluruh bangsa. Masyarakat menunggu polisi yang menghormati hukum, menghargai manusia, dan menegakkan keadilan dengan hati nurani. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/korps-bhayangkara-kehilangan-perwira-tinggi-terbaiknya-brigjen-unggul-sedyantoro.jpg)