Opini
Kecerdasan Emosional Solusi untuk Perilaku Narsistik
Kemampuan ini membantu kita mengenali perasaan, merespon dengan cepat, dan mengatasi masalah dalam hubungan.
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Isvara Savitri
Menurut APA DSM V (2013), NPD dapat diartikan sebagai gangguan kepribadian di mana seseorang terlalu berfantasi tentang dirinya yang hebat dalam hal sukses, pintar, kekuatan, cantik, dan cinta yang sempurna.
Mereka sangat butuh dikagumi orang lain tapi kurang memiliki empati.
Baca juga: Gempa Bumi Guncang Maluku Sabtu 7 Juni 2025, Gempanya Baru Saja Terjadi Siang Ini, Berikut Info BMKG
Baca juga: Info Cuaca Manado Besok Minggu 8 Juni 2025, BMKG: Seluruh Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan
Orang dengan kecenderungan narsistik merasa dirinya paling istimewa dan superior.
Mereka sombong, terobsesi dengan pencapaian, penampilan, dan kepintaran, serta ingin selalu dipuja- puja.
Mereka juga merasa berhak atas segalanya, mudah iri, dan sering memanfaatkan orang lain demi keuntungan diri sendiri.
Perilaku narsistik disebabkan juga oleh penerimaan diri yang buruk.
Seseorang dengan karakteristik narsistik menampilkan ciri-ciri yang tampak kuat dan superior, tetapi sebenarnya hanya samaran yang digunakan untuk menyembunyikan harga diri mereka yang sesungguhnya lemah dan mudah terluka.
Individu dengan kepribadian narsistik sering membanggakan pujian dan pengakuan mereka terima dari orang lain atas keistimewaan, prestasi, atau keyakinan idealis mereka.
Tindakan ini biasanya muncul sebagai reaksi defensif ketika mereka merasa harga diri mereka terancam oleh saran atau kritik yang bertujuan memperbaiki perilaku atau pemikiran mereka.
Dorongan kuat untuk terus mencari perhatian sebenarnya bukan semata-mata karena egois, melainkan berakar pada kebutuhan mendalam untuk mengatasi perasaan tidak mampu dan harga diri yang rendah.
Hal tersebut secara akurat menggambarkan dinamika psikologis yang mendasari perilaku pamer dan tuntutan perhatian pada individu dengan kepribadian narsistik.
Perilaku yang tampak arogan dan egois pada individu narsistik seringkali merupakan manifestasi luar dari perjuangan internal dengan perasaan rendah diri dan kebutuhan yang mendalam untuk merasa berharga.
Individu yang narsistik menunjukkan pola perilaku dan pemikiran yang ditandai dengan rasa kepentingan diri yang berlebihan, kebutuhan yang mendalam akan kekaguman, dan kurangnya empati terhadap orang lain.
Selain itu terdapat juga beberapa dampak yang signifikan seperti:
Baca juga: Mahasiswa KKN Unima Angkat Potensi Ekonomi Desa di Minahasa dengan Pembuatan Selai dari Tomat
Baca juga: Prakiraan Cuaca Manado Sulut Besok Minggu 8 Juni 2025, Info BMKG Potensi Hujan Ringan
Dampak pada diri sendiri
Individu dengan gangguan narsistik mengalami kesulitan dalam menjalin dan mempertahankan hubungan yang sehat karena kebutuhan mereka sendiri.
| Ketika AI Semakin Akurat dari Dokter: Apa yang Terjadi pada Profesi Medis dan Kemanusiaan? |
|
|---|
| Warisan Budaya Tak Benda Harus Diapakan? |
|
|---|
| Catatan Seorang Jurnalis: We Shall Overcome |
|
|---|
| Dari Prestasi ke Dampak: Menguji Arah Baru Digitalisasi Daerah |
|
|---|
| Paskah dari Staurosimon ke Anastasimon, Keniscayaan Kehidupan Kekal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Sweety-Valensya-Lolong-Mahasiswi-Program-Studi-Magister.jpg)