Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Diskon Tarif Listrik

Diskon Tarif Listrik Batal, Warga di Manado Kecewa, Harus Berhemat untuk Seragam Sekolah Anak

Pemerintah membatalkan kebijakan pemberian diskon tarif listrik 50 persen untuk masyarakat

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Glendi Manengal
Tribun Manado/Fernando Lumowa
DISKON LISTRIK: Foto ilustrasi pengisian token listrik. Pemerintah membatalkan diskon tarif listrik untuk Juni-Juli 2025. Masyarakat di Manado kecewa, tak bisa berhemat untuk seragam sekolah anak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah membatalkan kebijakan pemberian diskon tarif listrik 50 persen untuk masyarakat pada bulan Juni dan Juli membuat warga di Manado kecewa. 

Dengan pembatalan itu, warga harus mengencangkan ikat pinggang. Padahal Bulan Juni dan Juli sarat pengeluaran karena tahun ajaran baru. 

Lusiane, warga Bahu lingkungan 3, Kecamatan Malalayang Manado mengungkapkan, dia sangat berharap diskon tarif listrik ada lagi. 

"Dengan begitu dananya bisa kita geser untuk beli seragam dan kebutuhan peralatan sekolah anak," kata Lusiane, Rabu (4/6/2025). 

Lusiane telah merencanakan anggaran untuk persiapan tahun ajaran baru. Ia sangat berharap diskon listrik yang sudah diumumkan jauh hari. 

"Karena batal, ya torang musti berhemat untuk kenaikan kelas," katanya lagi. 

Senada dikatakan Alfian, warga Tuna Wonasa Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Menurutnya, batalnya diskon tarif listrik di tengah tahun akan menambah pengeluaran. 

Sebab, saat tahun ajaran baru sekolah dan kuliah orangtua harus membeli seragam, sepatu dan peralatan lainnya.

Begitu juga untuk mahasiswa, ada sejumlah kebutuhan kuliah yang harus disediakan. 

"Seragam saja paling rendah 200 ribu, belum yang lain," katanya. 

Diketahui, tarif listrik menjadi salah satu mata pengeluaran dominan pada rumah tangga. Khususnya kelompok masyarakat kelas menengah. 

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, tagihan listrik turut andil pada inflasi. Masyarakat mengeluarkan biaya rutin dengan jumlah relatif besar untuk tagihan listrik. 

Indikatornya pada awal tahun, Januari dan Februari, Sulawesi Utara mengalami deflasi berturut sebesar -0,15 persen dan -0, 25 persen. 

Kepala BPS Sulut, Aidil Adha menyebut, diskon tarif listrik menjadi faktor utama penahan inflasi di awal tahun. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved