Opini
Nilai Religius Kultural Tari Persembahan
Tari persembahan adalah jenis tarian yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan atau persembahan kepada Tuhan, leluhur, atau tamu kehormatan.
Oleh:
Ambrosius M Loho S.Fils M.Fil
Dosen Fakultas Pariwisata Universitas Katolik De La Salle Manado
Pegiat Seni Tradisi
TULISAN ini sejatinya adalah kata pengantar dalam buku Tari Persembahan: Sebagai Media Sosialisasi Nilai-Nilai Religius karya Dr Merry Pesulima, M.Sn.
Kita telah mengenal bahwa seni tari merupakan ungkapan keindahan yang mewujud antara lain dalam gerak. Sebagai seni, tari juga mengandung keindahan, demikian juga gerak dalam tari mengandung makna yang mendalam, yang kemudian diproses menjadi pesan kepada penikmat. Jadi seni tari mementaskan sebuah pesan, termasuk pesan kultural religius.
Di sisi yang sama, kita juga telah mengenal bahwa seni tari memiliki berbagai unsur yang melingkupi: Tubuh, irama, rasa, dan rupa. Semua unsur itu kemudian terjalin satu sama lain dan akhirnya saling berkaitan, untuk mencapai nilai estetiknya. Dalam konteks seni tari berbasis seni tradisi, nilai-nilai estetik dalam seni tari selalu ditemukan dalam tarian-tarian nusantara, salah satunya terlihat dalam pementasan tari persembahan.
Tari persembahan adalah jenis tarian yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan atau persembahan kepada Tuhan, leluhur, atau tamu kehormatan. Tarian ini biasanya memiliki makna yang mendalam dan dilakukan dengan gerakan yang khidmat dan penuh hormat.
Dalam beberapa budaya, tari persembahan dapat dilakukan dalam berbagai konteks, seperti: Upacara keagamaan, ritual atau perayaan adat, peringatan hari besar keagamaan, dan juga penyambutan tamu kehormatan.
Adapun, tari persembahan dapat memiliki berbagai bentuk dan gaya, yang tergantung pada budaya dan tradisi masing-masing. Namun, secara umum, tarian ini memiliki tujuan untuk menunjukkan rasa hormat, rasa syukur, dan penghormatan kepada yang dihormati.
Sejalan dengan itu, tari persembahan dalam tradisi Jawa Tengah memiliki beberapa bentuk dan makna yang khas, yakni:
- Menghormati Tuhan dan leluhur
- Menunjukkan rasa syukur dan kesyukuran
- Menghormati tamu kehormatan
- Menjaga tradisi dan budaya Jawa
Dalam kerangka sebagaimana terurai di atas, buku karya Dr Merry Pesulima ini, akan membahas tentang tari persembahan dalam tradisi di Ganjuran Jawa Tengah. Salah satu tarian kreasi baru yang diciptakan dalam proses religiusitas yang diwujudkan oleh umat/jemaat di lingkungan Gereja Katolik Ganjuran Yogyakarta. Tarian ini termasuk di bagian dari ritual keagamaan. Tarian ini sangat menarik karena dalam prosesnya berawal dari tari tradisional yang dikembangkan secara kontekstual hingga mengalami banyak perubahan baik dari unsur gerak, kostum, tata rias sampai pada pola lantainya.
Akhirnya, buku ini akan memberi bingkai pemikiran dan pemahaman kepada pembaca tentang seni tari yang kental dengan nilai-nilai tradisi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ambrosius-loho-dosen-filsafat-estetika-unika-de-la-salle.jpg)