Catatan Wartawan
Buta Sejak Lahir
Kisah Aldrin seolah jadi tamparan bagi orang lain untuk selalu bersyukur di setiap keadaan.
Penulis: Ventrico Nonutu | Editor: Ventrico Nonutu
Namun Aldrin mengaku, dirinya dan sang istri tetap bersyukur.
Apalagi mereka sudah dikarunia anak yang terlahir normal.
Seketika, sebagian jemaat dalam gereja tampak tertunduk, mengambil tisu dan membasuh air mata.
"Anak kami terlahir normal, dia menjadi terang bagi kami," ujar Aldrin sembari melempar senyum.
"Kami bersyukur Tuhan tak pernah meninggalkan kami," lanjutnya.
Untuk memenuhi kebutuhan, kata Aldrin, dia bekerja sebagai tukang pijat.
Kisah Aldrin seolah jadi tamparan bagi orang lain.
Ternyata bersyukur bukan hanya karena kita menerima lebih.
Tapi bisa juga bersyukur karena kekurangan yang dimiliki.
Bahkan ketika kita tak bisa melihat apa-apa.
Buta Sejak Lahir bukan alasan untuk tidak bersyukur. (Ventrico Nonutu)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Ibadah-pagi-GMIM-Rut-Suwaan-Minahasa-Utara-Sulawesi-Utara-Minggu-922025.jpg)