Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Wartawan

Li Ceng Hai

Kuntao di Lili Loyor diduga berasal dari Kuil Shaolin. Di Lili Loyor, Kuntao Shaolin bercampur dengan seni bela diri lain.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Arthur Rompis/Tribunmanado
Klenteng Ban Hin Kiong Kampung Cina Manado, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kampung Lili Loyor di Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Manado, provinsi Sulawesi Utara, lebih dikenal dengan pasarnya yang menyajikan aneka kue tradisional. 

Tak banyak yang tahu jika kampung itu memiliki sejarah seni bela diri Cina Kuntao atau kungfu. 

Kuntao di Lili Loyor diduga berasal dari Kuil Shaolin. 

Di Lili Loyor, Kuntao Shaolin bercampur dengan seni bela diri lain, melahirkan Kuntao khas Lili Loyor

Saya menemui Vong Kim San, salah satu praktisi Kuntao di Lili Loyor.

Wawancara berlangsung di kediaman Vong yang berada di pertigaan pasar Lili Loyor

Vong mengajak saya ke sebuah ruangan di lantai dua. 

Memasuki ruangan tersebut saya merasa seperti dibawa ke old china town Manado

Ruangan 5 kali 7 meter itu diisi altar sembahyang, peralatan sembahyang, lukisan dan relief dewa. Vong menggeluti budaya Tionghoa. 

Selain kuntau, Vong juga pelatih Barongsay. Selain itu ia adalah pelukis spiritual.

Objek yang ia gambar adalah dewa. 

Vong bercerita, Kuntao di bawa ke Manado oleh Li Ceng Hai. 

Li Ceng Hai punya keahlian kungfu Shaolin.

"Kemungkinan dia datang bersamaan dengan berdirinya Klenteng Ban Hin Kiong, ratusan tahun lalu," kata dia. 

Li Ceng Hai tak mendirikan perguruan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved