Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Populer Sulut

Daftar Berita Populer Sulut 3 Pekan Desember 2024, Blackout, BBM Rp 60 Ribu dan Patung Sam Ratulangi

Berikut ini daftar berita yang menjadi topik hangat di Sulawesi Utara selama 3 pekan di Desember 2024.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Handhika Dawangi
Kolase/Tribun Manado
Daftar Berita Populer Sulawesi Utara Selama 3 Pekan Desember 2024. 

Ia mengaku sangat terganggu. Ia tak bisa beraktivitas, mulai dari memasak, bekerja hingga lainnya.

Patric Waluyan, warga Tondano, Minahasa, juga lega listrik normal kembali. Ia berharap kondisi tanpa listrik tidak terjadi lagi. "Pemadaman listrik hingga berjam-jam seperti ini seharusnya sudah dimitigasi sebelumnya, diperhitungkan sebelumnya sehingga bisa diantisipasi," kritik Waluyan.

Di Kota Kotamobagu, listrik mulai normal sekitar pukul 12.00. Teddy, barista kedai kopi di Kotamobagu, mengaku rugi karena tidak ada pemasukan. "Anak muda kalau nongkrong harus ada Wifi, jadi kami putuskan tadi malam, belum buka," kata dia.

Daerah Minahasa Utara mulai teraliri listrik saat malam. Warga sempat menyalakan lilin. Namun, tak semua warga Minut sama-sama merasakan listrik menyala. Warga Perumahan Griya Mutiara Laikit baru menikmati listrik kembali pada pukul 20.56.

Sunda Israel, warga Perumahan Griya Mutiara Laikit, stok ikan yang ia simpan di kulkas rusak. Ia perkirakan harganya Rp100 ribu.

Ia sempat mengukus beberapa ekor ikan karena khawatir semua ikannya rusak. Tapi tak berselang lama listrik bisa normal lagi. 

Ia berharap kejadian ini tak terulang lagi. "Semoga kedepan hal seperti ini tak terulang lagi, pihak PLN lebih cepat bergerak," kata dia.

Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi Manado Dr Vecky Masinambow mengatakan, listrik padam total berdampak pada sektor ekonomi sampai bidang-bidang usaha kecil. Saat ini masyarakat dan pengusaha serta aparat pemerintah memiliki ketergantungan terhadap listrik. Zaman teknologi saat ini, aktivitas apapun sangat memerlukan smartphone dan internet. 

"Semuanya memerlukan listrik. Ada kegiatan yang dapat ditunda dan ada kegiatan yang harus dilaksanakan saat itu. Tentu pemadaman ini merugikan khususnya UMKM karena keterbatasan genzet," pungkas Masinambow. (pet/mjr/pin/fis)

Baca juga: 7 Hal tak Terduga Terjadi saat Sulut Blackout: Bensin Dijual Rp 60 per Liter, Warga Ngungsi di Hotel

2. BBM Dijual Rp 60 Ribu per Liter

Dampak Blackout tak hanya genset untuk alat bantu penerangan yang diburu, BBM juga diburu oleh warga.

Tak heran BBM dijual dengan harga tak masuk akal.

Di pengecer, BBM dijual dari harga Rp 25 ribu, hingga Rp 60 Ribu per liter.

Abhin Ali warga Tuminting mengaku kalau Ia kemarin membeli BBM dengan harga Rp 40 ribu per liter pengecer.

Sedangkan Marco dalam pengakuannya mengaku kalau Ia mendapatkan BBM 1 liter dengan mengeluarkan uang Rp 60 ribu.

"Kemarin beli 1 liter di Paal 2 dapat harga Rp 25 ribu, tapi saat mau pulang ke Sea bensin tak cukup sehingga harus tambah klagi 1 liter akan tetapi harga yang dijual pedagang bensin botol di sana enam puluh ribu rupiah satu liternya," kata Marco.

Baca juga: Ahli Cagar Budaya Mooddy Rondonuwu: Kembalikan Patung Sam Ratulangi ke Tempat Semula

3. Polemik Pemindahan Patung Sam Ratulangi

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved