Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Populer Sulut

Daftar Berita Populer Sulut 3 Pekan Desember 2024, Blackout, BBM Rp 60 Ribu dan Patung Sam Ratulangi

Berikut ini daftar berita yang menjadi topik hangat di Sulawesi Utara selama 3 pekan di Desember 2024.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Handhika Dawangi
Kolase/Tribun Manado
Daftar Berita Populer Sulawesi Utara Selama 3 Pekan Desember 2024. 

“Semua sektor terganggu. Belum lagi dengan dampak pada kerusakan elektronik. Maka itu, pihak manajemen PLN segera memberikan konfirmasi dan gerak cepat dan manajemen wajib memberikan penjelasan terhadap warga,” tegasnya.

Ia mengkritik lambatnya manajemen PLN mengatasi persoalan yang terjadi. “Pihak manajemen harusnya sejak beberapa waktu lalu sudah punya sistem identifikasi masalah dan kendala sehingga antisipasi akan terjadinya pemadaman dapat diatasi,” terang dia.

“Kalau berlarut-larut diselesaikan, ini akan jadi catatan bagi fraksi Gerindra DPRD Sulut untuk disampaikan ke pusat,” tekannya.

PLN Suluttenggo memohon maaf sebesar-besarnya pada masyarakat atas pemadaman listrik.

Manager Komunikasi TJSL PLN UID Suluttenggo Noven N Koropit dalam konferensi pers di Kantor PLN Suluttenggo, Manado, mengatakan, petugas PLN terus berupaya memulihkan pasokan listrik. 

Sejauh ini di beberapa lokasi sudah normal. Untuk Manado, diperkirakan hampir 50 persen. "Itu karena harus bertahap," katanya. 

Ia memprediksi pasokan listrik bisa pulih sore. Ia meminta masyarakat mendoakan petugas PLN di lapangan yang tengah kerja keras memulihkan pasokan listrik.

Menyala bertahap

Setelah pemadaman hampir 20 jam, beberapa wilayah di Kota Manado mulai teraliri listrik. 

Di wilayah Kecamatan Malalayang, lampu pada rumah-rumah warga dan sejumlah toko sudah menyala. Gemuruh genset tidak terdengar lagi.

“Senang listrik sudah normal lagi,” ujar Stevani, warga Kelurahan Krida. Ia mengapresiasi upaya PLN meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Meski listrik kembali ada, beberapa warga mengaku mengalami kerugian, terutama karena makanan yang mereka simpan di lemari pendingin rusak dan harus dibuang. 

“Saya harus buang beberapa bahan makanan karena sudah basi. Sayang sekali,” keluhnya.

Meski listrik telah kembali, warga masih mengeluhkan kendala pada jaringan internet yang belum sepenuhnya pulih. Natanael, warga Malalayang, menjelaskan bahwa meskipun aplikasi perpesanan seperti WhatsApp sudah dapat digunakan, aplikasi lain masih sulit diakses.
“Kalau chat WA sudah bisa diakses, cuma kadang masih lambat loading. Aplikasi lainnya belum bisa dibuka, karena jaringan belum stabil,” katanya.

Meski daerah lainnya sudah menyala, warga di lokasi lainnya masih menderita. Seperti di Kelurahan Bahu, Malalayang. Hingga pukul 14.00 atau setelah 24 jam, mereka belum juga lega.
“Kami di sini belum menyala, sedangkan di Krida sudah normal,” ujar seorang warga Bahu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved