Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Populer Sulut

Daftar Berita Populer Sulut 3 Pekan Desember 2024, Blackout, BBM Rp 60 Ribu dan Patung Sam Ratulangi

Berikut ini daftar berita yang menjadi topik hangat di Sulawesi Utara selama 3 pekan di Desember 2024.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Handhika Dawangi
Kolase/Tribun Manado
Daftar Berita Populer Sulawesi Utara Selama 3 Pekan Desember 2024. 

MANADO, TRIBUN - Inilah 3 topik berita Sulawesi Utara (Sulut) yang populer selama 3 pekan di Desember 2024. 

Ada berita soal terjadi Black Out terburuk di Sulawesi Utara, kemudian dampak dari blackout ada yang menjual BBM Rp 60 ribu per liter.

Lalu terkini berita soal pemindahan Patung Sam Ratulangi. 

Simak info selengkapnya. 

Baca juga: Breaking News : Sulawesi Utara Blackout, PLN : Gangguan Transmisi 150 kV

1. Black Out Terburuk, Legislator Sulut: PLN Harus Ganti Kerugian Warga

Lebih sehari, PLN tidak dapat memulihkan seluruhnya kondisi kelistrikan di wilayah Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. 

Sejak padam total (black out) pada Rabu (11/12/2024) pukul 14.05 Wita hingga Kamis (12/12) pukul 18.30 Wita, listrik baru menyala sekitar 51 persen atau menjangkau hampir 450 ribu dari total lebih 882 ribu pelanggan.

Kondisi ini menjadi yang terburuk dibandingkan pemadaman pada tahun-tahun sebelumnya. 

Pada 11 Oktober 2022 silam, sekitar pukul 12.15, jaringan listrik Sulut dan Gorontalo juga terganggu karena kebakaran pada unit Gas-Insulated Switchgear (GIS) Teling, Manado. Listrik baru sepenuhnya pulih setelah 12 jam.

Anggota DPRD Sulut Louis Carl Schramm bereaksi keras atas pemadaman lebih dari 24 jam di Desember 2024. 

Ia mendesak PLN UID Suluttenggo bertanggung jawab. “PLN harus berikan kompenasi, ganti rugi terhadap kerugian yang dialami masyarakat,” ujarnya kepada Tribun Manado.

Ia juga menuntut transparansi sebab PLN Suluttenggo belum memberikan penjelasan kerusakan apa yang dialami. 

“Kalau perlu dilakukan audit kinerja dan audit aset. Jika memang karena aset tua harus dilakukan peremajaan, PLN kan perusahaan negara yang profitnya jelas,” tegas Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut ini.

Kata dia, akibat listrik padam dua hari terakhir ini dampak kerugian besar dialami masyarakat Sulut

“Kerugian besar sekali ini berdampak terhadap sendi kehidupan masyarakat. Pelayanan kesehatan terganggu, pendidikan di sekolah, mau kerja dari rumah (work from home) juga tak ada layanan karena listrik mati. Bagaimana kalau ada pasien berat yang penanganannya membutuhkan listrik?” ucapnya.

Pemadaman listrik juga sangat berdampak pada kebutuhan masyarakat akan komunikasi. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved