Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesehatan

Pentingnya Deteksi Dini Asma pada Anak, Berikut Gejala Utamanya

Untuk itu, deteksi dini sangat penting. Hal itu bisa digunakan sebagai acuan untuk menangani asma.

Editor: Isvara Savitri
Pexels.com/Gustavo Fring
Ilustrasi anak yang terkena asma. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penyakit asma sangat berbahaya bagi kesehatan anak.

Untuk itu, deteksi dini sangat penting.

Hal itu bisa digunakan sebagai acuan untuk menangani asma.

Pasalnya, asma bisa berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

Asma yang menyebabkan kesulitan bernapas bisa menggnaggu aktivitas hingga kualitas hidup anak.

Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Paru Anak, Prof. Dr. dr. Bambang Supriyatno, Sp.A(K).

Ia menjelaskan, gejala utama asma yang biasanya muncul adalah batuk, wheezing atau mengi, sesak napas dan rasa tertekan di dada.

Kondisi asma adalah saat bronkus menyempit ataupun membengkak hingga membuat produksi lendir menjadi berlebihan yang akhir dapat menyebabkan seseorang kesulitan bernapas.

"Sayangnya masih banyak yang belum memahami mengenai kondisi asma, terutama sensitisasi atau proses yang membuat keadaan seseorang menjadi sensitif akan pencetus asma. Pada akhirnya asma tidak terdeteksi sejak dini, padahal ini penting," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/8/2024).

Prof Bambang mengingatkan, penting bagi orang tua untuk memahami bagaimana cara untuk mendeteksi asma sejak dini agar upaya pencegahan sensitisasi akan alergen asma bisa dilakukan sejak masa kehamilan.

Baca juga: Daftar Wilayah Potensi Hujan Lebat Rabu 7 Agustus 2024, Info BMKG 20 Daerah Patut Waspada

Baca juga: PBNU - PKB Kian Memanas, Pansus Dalami Pengambilalihan Partai dari Gus Dur

Salah satu caranya adalah melalui Skrining Risiko Asma Pediatrik (Pediatric Asthma Risk Score/PARS).

Dalam diagnosis asma pada anak, selain anamnesis dan pemeriksaan fisis, terdapat juga pemeriksaan penunjang yaitu salah satunya dengan sistem prediksi atau skoring.

Pada penelitian Micheal dan kawan-kawan juga menyebut kalau PARS dinilai sebagai alat skrining sederhana, efektif, dan dipersonalisasi untuk memperkirakan risiko asma pada anak-anak.

Hasil skrining PARS ini untuk menentukan apakah anak memiliki risiko rendah, sedang atau tinggi terhadap asma.

"PARS menjadi alat yang membantu dokter mengidentifikasi untuk merencanakan tindakan pencegahan atau intervensi sesuai dalam upaya mencegah asma," katanya.

Ventilon untuk Orang Penyakit Asma
Ventilon untuk Orang Penyakit Asma (istimewa)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved