Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesehatan

Daftar Cara Menangani Keracunan Makanan pada Anak

Gejala yang timbul pun mirip-mirip, yaitu mual, lemas, pusing, muntah, hingga kejang-kejang.

Editor: Isvara Savitri
KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY
KERACUNAN MBG - Belasan siswa SD Negeri19 Kota Tual, Maluku menjalani perawatan di Rumah Sakit Maren karena diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di sekolah mereka, Kamis (18/9/2025) 

TRIBUNMANADO.COM - Beberapa waktu belakangan, sejumlah daerah di Indonesia mengalami kasus keracunan usai para siswa di sekolah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Padahal, program tersebut seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi anak.

Data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyebut bahwa ada 6.452 anak menjadi korban keracunan MBG hingga 21 September 2025.

Di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, lebih dari 1.000 siswa menjadi korban.

Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah korban keracunan MBG telah melampaui angka 8 ribu anak secara nasional, dengan penambahan kasus terbesar terjadi pada periode 22 hingga 27 September 2025 sebanyak 2.197 anak dalam satu pekan. 

Gejala yang timbul pun mirip-mirip, yaitu mual, lemas, pusing, muntah, hingga kejang-kejang.

Bahkan, ada yang kesakitan hebat sehingga harus dirawat di rumah sakit. 

Dalam situasi seperti ini, pengetahuan dasar tentang cara mengatasi keracunan makanan pada anak menjadi sangat kritis bagi orang tua, guru, dan tenaga kesehatan.

Artikel ini akan memberikan panduan lengkap dan terperinci tentang langkah-langkah yang harus diambil ketika anak mengalami keracunan makanan yang sedang marak terjadi.

1. Kenali Gejala Keracunan Makanan Sejak Dini

Langkah pertama dalam penanganan keracunan makanan adalah mengenali gejalanya sejak dini.

Pada kasus keracunan massal, gejala yang umum muncul meliputi mual, lemas, pusing, muntah, dan rasa sakit yang hebat di perut. 

Gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain diare berulang, demam tinggi, sakit kepala hebat, dan dehidrasi (tanda-tanda seperti mulut kering, kurangnya produksi air kencing, dan mata cekung).

Pada anak-anak, gejala keracunan makanan biasanya muncul dalam waktu 30 menit hingga 6 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Penting untuk membedakan keracunan makanan dengan masalah pencernaan biasa.

Jika gejala yang muncul pada anak juga terjadi secara massal pada sekelompok anak lainnya karena mengonsumsi makanan yang sama, kemungkinan besar ini adalah keracunan makanan yang memerlukan penanganan segera.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved