Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Willy Kumurur

Euro 2024, Pentas Dewa Bola

Euro 2024 akan mempresentasikan eksistensi manusia, karena di lapangan hijau di negeri Jerman, para dewa bola itu ternyata adalah manusia biasa.

handover
dr Willy Kumurur 

Siapa yang bisa menduga bahwa Italia yang di atas segalanya unggul pengalaman, kemampuan teknis individu, postur tubuh dan barisan pemain top akan kalah dari Korea di Piala Dunia 2002?

Tak ada yang menduga bahwa Yunani bisa bertengger di puncak Euro 2004.

Seperti hidup ini, bola menyimpan misterinya sendiri, menyimpan nasib dan takdir para pelakunya.

Lapangan hijau di Jerman merupakan “medan pertempuran” strategi dari para manajer dan pelatih bola ternama di dunia.

Di sana ada Julian Nagelsmann, Didier Deschamps, Gareth Southgate, Ronald Koeman, Luciano Spalletti dan sederet nama tenar lainnya.

Nanti setelah pertempuran berakhir, kita dapat mengatakan strategi siapakah yang lebih handal.

Jika peristiwa di lapangan hijau dapat dibawa ke dalam situasi kerja sesehari, betapa berharga pelajaran dan fenomena-fenomena bola.

Memang, untuk mencapai tujuan (goal) dibutuhkan sumber daya manusia, dana, dsb; namun semuanya bukan jaminan bahwa serta merta tujuan program akan tercapai.

Penambahan staf dan anggaran tidak otomatis berbanding lurus dengan hasil pencapaian tujuan.

Baca juga: Ini Jalur Seleksi yang Bisa Diikuti Calon Mahasiswa yang Tak Lolos UTBK SNBT 2024

Seperti bola, tim yang bertabur bintang dan klub kaya belum tentu bisa memenangkan pertarungan dan mencapai goal.

Yunani misalnya, tim itu biasa-biasa saja, tak ada pemain top dunia di sana pada tahun 2004 di pentas Euro 2004.

Namun di tangan Otto Rehaggel, manajer dan pelatih, tidak hanya Piala Eropa yang diraih, dia pun mempermalukan tim Jerman terutama Franz Beckenbauer yang memecatnya semasa Rehaggel melatih Bayern Muenchen di masa lalu.

Sumber daya yang ada di tangannya, dikelola dengan amat profesional dan penuh cinta menghasilkan tim yang sanggup mengalahkan tim-tim terbaik Eropa termasuk tuan rumah Portugal pada waktu itu.

Keberhasilan berbagai program akan sangat ditentukan oleh sang manajer dengan dukungan profesional dari para staf.

Selama satu bulan ke depan dunia akan disuguhi tontonan sepakbola dengan kualitas yang tak ada taranya.

Namun, tak hanya permainan bola yang akan dunia saksikan: Euro 2024 akan mempresentasikan eksistensi manusia, karena di lapangan hijau di negeri Jerman, para dewa bola itu ternyata adalah manusia biasa.

Ada tawa, canda ria, senyum, linangan air mata, amarah, kekecewaan, kepedihan dan pelbagai macam perasaan manusia.

Dan selama sebulan penuh penggemar bola akan menyaksikan nuansa-nuansa ini.****

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved