Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Kisah CIA Ingin Lengserkan Soekarno tapi Gagal, Anggap Indonesia Condong ke Komunis

Di masa pemerintahan Presiden Soekarno, berbagai gejolak politik hingga berujung pemberontakan bersenjata dari beberapa kelompok yang bersebarangan.

|
Editor: Rizali Posumah
Kompas/Julian Sihombing
Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno. CIA pernah gagal dalam operasi melengserkan Soekarno. Operasi pelengseran Soekarno dilancarkan karena CIA menilai Indonesia cenderung ke Komunis. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah Republik Indonesia merdeka dari Belanda, berbagai tantangan dihadapi para pendiri bangsa demi mempertahankan eksistensi republik ini. 

Di masa pemerintahan Presiden Soekarno, berbagai gejolak politik hingga berujung pemberontakan bersenjata dari beberapa kelompok yang bersebarangan pandangan dengan Pemerintah RI terjadi di tanah air.

Tak jarang, gejolak politik hingga pemberontakan bersenjata itu ada campur tangan negara-negara adidaya.

Operasi-operasi intelijen pun kerap dilakukan untuk melemahkan kepemimpinan Soekarno. 

Pemerintah Indonesia sendiri dalam pergaulan internasional berdiri di atas prinsip non-blok, yang berarti kepentingannya tidak memihak negara adidaya manapun. 

Prinsip non-blok ini justru diwaspadai oleh Amerika Serikat.

Pihak Amerika Serikat menganggap Tokoh Proklamator itu sebagai orang yang memiliki dua sisi. 

Ia dekat dengan Amerika tetapi juga memiliki hubungan baik dengan Uni Soviet.

Negara Paman Sam itu khawatir, Soekarno dinilai condong ke arah komunisme.

Dalam pandangan Amerika Serikat pengaruh Soviet ke Pemerintahan Soekarno menguat dari waktu ke waktu. 

Walhasil operasi pun dilancarkan. Direktur CIA yang kala itu dijabat Allen Dulles kemudian memutuskan untuk segera bertindak.

Allen Dulles tak sendiri ia turut dibantu Menteri Luar Negeri AS John Dulles.

Upaya intervensi Amerika Serikat terhadap sikap politik Soekarno ini membuat si Bung Besar tak senang. 

Dirinya tidak ingin menjadi budak siapa pun, dia tidak ingin Indonesia berada di bawha kaki negara adidaya mana pun, baik Amerika Serikat ataupun Uni Soviet. 

Anggap Indonesia Condong ke Komunis

Presiden Soekarno
Presiden Soekarno (Instagram @gangsar.id)

Prinsip netral yang dianut Soekarno diwaspadai Dulles bersaudara.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved