Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Korupsi Timah

Pantas Kejagung Kaget Lihat Dampak Kerusakan Lingkungan Korupsi Timah di Bangka, Ternyata Jadi Gini

Karena saking parahnya kerusakan lingkungan akibat tambang timah di Bangka Belitung, apalagi banyak yang illegal alias tak berizin.

Editor: Indry Panigoro
HO via Tribun Style
Inilah Dampak Kerusakan Tambah Timbah di Bangka Belitung 

Terbaru, Korps Adhyaksa menetapkan suami aktris Sandra Dewi, Harvey Moeis (HM) sebagai tersangka.

Harvey diduga menjadi pihak yang mewakili PT RBT.

Ia bersama-sama eks Direktur Utama PT Timah, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPP) diduga mengakomodir aktivitas penambangan liar di wilayah IUP PT Timah untuk meraup keuntungan.

Dengan kata lain, Harvey Moeis memfasilitasi PT Timah tbk untuk melakukan penambangan di lokasi ilegal.

Penambangan timah ilegal sendiri sudah menjadi momok di Bangka Belitung.

Dikutip dari Kompas.com data dari Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (2021) menunjukkan, luas lahan kritis pada tahun 2019 di pulau timah ini seluas 20.078,1 hektar.

Jumlah itu masuk ke area pemukiman, zona pemerintah, dan kawasan perekonomian.

Koleksi mobil mewah Sandra Dewi selanjutnya adalah Rolls-Royce, yang ternyata nungak pajak
Koleksi mobil mewah Sandra Dewi selanjutnya adalah Rolls-Royce, yang ternyata nungak pajak (Instagram)

Kesehatan Masyarakat Terancam

Di sisi lain, beroperasinya penambangan timah di Bangka Belitung yang sudah terjadi sejak ratusan tahun lalu juga berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

Saat ini, ada sekitar 12.000 kolam bekas tambang timah di Kepulauan Bangka Belitung menunggu untuk direklamasi.

Ancaman kematian membayangi masyarakat sekitar, termasuk adanya dugaan radiasi yang dapat membahayakan kesehatan.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bangka Belitung Jessix Amundian mengatakan, ancaman bahaya membayangi lokasi-lokasi kolong atau bekas tambang yang belum dipulihkan.

Bahkan banyak warga meregang nyawa karena beraktivitas di kolong bekas tambang.

"Peristiwa kematian warga saat beraktivitas di kolong sering kita dengar. Karena memang digunakan masyarakat, sementara kawasan itu belum aman," kata Jessix kepada Kompas.com di kantor Walhi, Senin (12/12/2022).

Kondisi saat ini, kata Jessix, kolong yang sudah berubah menjadi kolam penampungan air, kerap digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan.

Ironisnya, lokasi tersebut juga menjadi tempat bermain anak-anak.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved