Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bemo Preman Manado

Baru Terungkap Opal Rebut Sajam dari Bemo Preman Manado, Pelaku Lalu Tikam Korban

Baru terungkap Opal rebut senjata tajam atau sajam dari korban Bemo preman Manado.

nielton durado/tribun manado
Rekonstruksi kasus pembunuhan Bemo preman Manado pada Jumat (26/1/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Baru terungkap Opal rebut senjata tajam atau sajam dari korban Bemo preman Manado.

Hal ini berdasarkan reka adegan saat rekontruksi kasus pembunuhan Bemo pada Jumat (26/1/2024).

Diketahui sebelumnya, kasus pembunuhan Bemo oleh pelaku Opal menjadi perbincangan publik Manado Sulawesi Utara (Sulut) beberapa waktu lalu.

Bemo tewas setelah ditikam oleh Opal.

Baca juga: Kecelakaan Maut Hari Ini, Seorang Pengendara Motor Tewas, Korban Gagal Menyalip Kendaraan Lalu Jatuh

Baca juga: Terungkap Penyebab Rekonstruksi Pembunuhan Bemo Dibagi 2 Sesi, Beda Kronologi Pelaku dan Saksi

Hari ini, rekontruksi kasus pembunuhan Bemo mengungkap kronologi kejadian tersebut.

Sebanyak 23 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Indra Matheos alias Bemo (37) warga Singkil yang terkenal sebagai preman di Manado, Sulut.

Rekonstruksi dilaksanakan pada Jumat 26 Januari 2024 di Polresta Manado.

Dalam rekonstruksi tersebut, pelaku Noval Nur (40) alias Opal merebut pisau dari Bemo pada adegan ke-15.

Setelah merebut pisau dari korban, tersangka kemudian menikam Bemo berulang kali.

Namun saat ditanyakan masih ingat arah tikaman tersebut, Opal mengaku sudah tak lagi ingat.

"Sudah lupa pak," kata dia.

Setelah menikam korban, Bemo yang juga dalam keadaan terluka kemudian dibawa oleh seorang kerabat ke rumah sakit.

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol May Diana Sitepu saat dikonfirmasi mengatakan adegan ke 15 tersebut ada dua versi.

"Tapi penikamannya benar.

Hanya ada beberapa keterangan yang beda," kata dia.

Polwan satu melati tersebut mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas agar segera dilimpahkan ke Kejari Manado.

"Karena sebelum tahap dua harus digelar rekonstruksi dulu," ungkapnya.

"Secepatnya kita akan limpahkan kasus ini ke Kejari Manado," ungkapnya.

Adegan dimulai dari rumah korban yang datang bersama anaknya ke rumah pelaku.

"Hari ini ada 23 reka adegan yang kami lakukan.

Mulai dari korban keluar rumah hingga tewas di TKP," ujarnya.

Ia menuturkan dalam proses rekonstruksi tersebut pihaknya melakukan pengawalan ketat.

Bahkan Polresta Manado tak mengizinkan keluarga korban dan tersangka masuk melihat rekonstruksi.

"Kita kawal ketat.

Karena memang ada potensi gesekan," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui Bemo tewas ditikam pada Minggu 17 Desember 2023.

Ia ditikam oleh pelaku yang diketahui bernama Noval Nur (40).

Korban dan pelaku diketahui tinggal di kelurahan yang sama.

Beda Pendapat

Rekonstruksi kasus pembunuhan Indra Matheos alias Bemo (37) preman Manado, Jumat 26 Januari 2024 di Polresta Manado dibagi kedalam dua sesi.

Pasalnya ada perbedaan kronologi antara tersangka Noval Nur (40) alias Opal dan para saksi.

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol May Diana Sitepu saat ditemui mengatakan pihaknya melakukan rekonstruksi dengan dua sesi.

"Yang sesi pertama adalah keterangan tersangka, dan kedua itu adalah keterangan dari para saksi di TKP," ujarnya.

Ia menuturkan dari keterangan tersangka, anak dari Bemo yang bernama Choki ada di TKP saat pembunuhan.

Sedangkan para saksi dari keluarga korban mengatakan Choki tak berada disana.

"Kita harus lakukan dua versi karena ada perbedaan pendapat soal kronologi," ungkap dia.

(TribunManado.co.id)

Baca Berita Tribun Manado di Google News

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved