Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

OPINI

Spirit HAB, IAIN Manado dan Indonesia Emas 2045

Kemenag dapat menggunakan Hari Amal Bakti sebagai kesempatan untuk memperkenalkan program-program inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

|
Facebook Ahmad Rajafi Sahran
Rektor IAIN Manado Prof Dr Ahmad Rajafi MHI 

Oleh: Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.H.I
Rektor IAIN Manado

RABU 3 Januari 2024 kita diingatkan dan diajak meneropong momentum sejarah pada 3 Januari 1946. Momentum tersebut merupakan tonggak penting berdirinya Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Berdasarkan Penetapan Pemerintah No 1/S.D. tanggal 3 Januari 1946 (29 Muharram 1365 H) dalam Kabinet Sjahrir II. Peringatan hari lahir Kemenag RI ini disebut dengan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag RI.

Pada tahun 2024 ini, Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag RI mengusung tema Indonesia Hebat, Bersama Umat.

Pilihan tema tersebut telah sesuai dengan suasana batin Gus Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang terinspirasi dari sebuah kesadaran akan pentingnya kebersamaan dan kerukunan umat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Apalagi, HAB ke-78 diperingati dalam suasana Pemilu. Perbedaan pilihan tidak boleh merusak kebersamaan umat.

Sebab, kebersamaan umat itulah kunci menuju Indonesia hebat, demikian arahan Gus Menag RI.

Hari Amal Bakti Kementerian Agama merupakan momentum penting untuk mengapresiasi peran dan kontribusi Kementerian Agama dalam memajukan kehidupan keagamaan dan keberagaman di Indonesia.

Melalui perayaan ini, kita dapat mengenang dan menghargai berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian Agama dalam memfasilitasi kegiatan keagamaan, menyelenggarakan pendidikan agama, serta menjaga dan memperkuat kerukunan antarumat beragama.

Kita patut bersyukur, perjalanan kehidupan keberagamaan sepanjang tahun 2023 lalu berjalan baik.

Seperti cita-cita dan semangat 'Kerukunan Umat untuk Indonesia Hebat' pada Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-77, 3 Januari 2023, dapat diimplementasikan.

Indeks kerukunan umat beragama meningkat. Kalau pada 2021 sebesar 72,39, indeks naik menjadi 73,09 pada 2022.

Sementara pada 2023, indeks KUB kembali naik menjadi 76,02. Ada tiga dimensi yang dipotret, yaitu toleransi (74,47), kesetaraan (77,61), dan kerja sama (76,00).

Ini bukan sekedar hitungan angka statistik, normatif dan rigid, tetapi dalam pandangan positif.

Hari Amal Bakti ke-78 kali ini menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Musafir Jurnalis

 

Otak Dangkal di Lautan Digital

 

Paskah dan Jeruji Besi

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved