Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tomohon Sulawesi Utara

Strategi PDAM Kota Tomohon Atasi Berkurangnya Debit Air Musim Kemarau, Sudah 20 Persen Turun

PDAM Kota Tomohon harus putar otak menyikapi berkurangnya debit air pada musim kemarau.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Alpen Martinus
tribunmanado.co.id/Hesly Marentek.
Direktur PDAM Tomohon Adrian Ngenget 

TRIBUNMANADO.CO.ID - PDAM Kota Tomohon harus putar otak menyikapi berkurangnya debit air pada musim kemarau.

Sampai sekarang, debit air di beberapa mata air sudah mencapai 20 persen.

Diperkirakan masih akan bertambah, lantaran hingga maat ini kemarau masih terjadi.

Baca juga: Dampak Kemarau Debit Air Berkurang hingga 20 Persen, PDAM Tomohon Sulut Siapkan Strategi Khusus

Namun mereka punya alternatif untuk menangani masalah tersebut.

Mereka akan mengaktifkan kembali instalasi yang sudah lama rusak.

Sehingga para pelanggan tak perlu khawatir.

Termasuk di Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara.

Baca juga: Korupsi PT Air, Dirut Perpamsi Sebut PDAM dan Pemkot Manado Diuntungkan dari Hutang ke WMD Belanda

Debit air yang berkurang mencapai 20 persen.

Ini sebagaimana diakui Direktur PDAM Tomohon Adrian Ngenget, Selasa (29/8/2023).

"Memang terjadi karena pengurangan debit air sampai 20 persen, akibat musim kemarau. Secara khusus mengalami kekeringan sumber mata air di Rurukan. Itu kering sama sekali" akunya.

"Jadi dari semua yang bersumber dari mata air Rurukan itu terganggu," tambah Ngenget.

Baca juga: Sidang Korupsi PT Air, James Karinda Beber Hutang PDAM Manado Sulawesi Utara di Masa Herry Kereh

Namun begitu, menurut Ngenget pihaknya mempunyai strategi yakni dengan kembali mengaktifkan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Sineleyan yang sudah bertahun-tahun rusak diperbaiki.

"Kami PDAM memperbaiki, mengganti sparepart yang sudah rusak. IPA ini untuk menambah suplai debit air mata air Rurukan yang terganggu.

Dari IPA kemudian disuplai ke bak reservoir yang ada di terminal untuk menambah produksi air," jelasnya.

Selain itu, sumber mata air yang terganggu karena karena kemarau yakni di Malimbukar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved