Catatan Wartawan
Masa Depan Gereja
Di beberapa daerah, gereja justru sudah tidak digunakan karena penurunan jumlah umat. Di daerah lain, gereja justru menjamur.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Gereja bar Eropa dan gereja gerilya Cina.
Bagaimana di Indonesia?
Di daerah minoritas Kristen, gereja tumbuh pesat di bawah aniaya.
Sedang di daerah mayoritas, gereja suam-suam kuku.
Gedung gereja dibangun besar, megah, dengan peresmian dihadiri pejabat, tapi iman jemaat tidak tumbuh.
Umat Kristen hidup dalam iman prosedural, bukan iman substansial.
Entah bagaimana masa depan gereja.
Dua puluh tahun ke depan adalah era Gen Z.
Mereka paham internet, hingga dapat mencari kebenaran sendiri, tak perlu lewat pengajaran pendeta.
Mereka juga kritis.
Baca juga: Harga Oppo A96 Kini Turun Hingga Rp 700 Ribu, Berikut Spesifikasinya
Baca juga: Gelar Salat Idul Adha di Halaman UNIMMAN Sulawesi Utara, Agust Laya: Kita Ajak Muslim Sekitar
Para Gen Z ini bisa melihat yang tak kita lihat: candu dalam agama.
Jangan-jangan masa depan gereja adalah bar.
Mari kita cegah bersama sedari saat ini.(*)
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Foto-isak-ibadah-di-gereja-KGPM-Getsemani-Karimbow.jpg)