Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Parpol di Sulut Hadapi Pemilu 2024, Ferry Liando: Nasdem dan Golkar Harus Berjuang Keras

Pertarungan parpol di Sulawesi Utara jelang Pemilu 2024 sangat keras.Berkaca dari fakta terkini, dari enam kursi DPR RI jatau Sulut

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
IST
Dosen Kepemiluan FISIP Unsrat, Ferry Liando 

Khusus Nasdem, perlu menyiapakan strategi baru agar kader-kadernya bisa bertahan di DPR RI.

Jika Nasdem ternyata benar-benar akan mendukung Anies Baswedan maka suara Nasdem bisa saja akan berpengaruh.

Sebab hingga kini sebagian besar pemilih di Sulut belum bersimpati terhadap Anies.

Keadaan ini sama persis yang dialami caleg-caleg Gerindra dapil Sulut pada Pemilu 2019.

Imej yang sempat dibangun bahwa Gerindra didukung oleh kekuatan-kekuatan radikal menyebabkan caleg-caleg Gerindra tidak didukung penuh oleh pemilih. Jika nasdem kalah strategi maka akan bernasib sama.

Lanjut Liando, bersaing dengan PDIP pada Pemilu 2024 bukanlah perkara mudah bagi parpol-parpol lain.

Sampai hari ini PDIP adalah salah satu parpol yang paling solid, jauh dari konflik internal serta menguasai 13 kepala daerah dari 15 daerah di Sulut.

Tentu argumentasi ini masih harus diuji dengan keadaan yang didepannya selalu dinamis dan berubah.

"Termasuk siapa cawapres yang akan dipasangkan dimasing-masing capres," katanya.

Nasdem berpotensi akan bersaing jika cawapresnya Pak Anis diterima masyarakat Sulut. Begitu juga dengan capres dan cawapresnya Gerindra atau Golkar.

Kemudian, kata Liando, jika Prabowo benar-benar akan jadi capres maka tentu akan mempengaruhi elektabilitas caleg-calegnya.

Dalam dinamika elektoral ada yang disebut coattail effect. Jika pemilih akan memilih capresnya maka pilihannnya akan sama dengan parpol pengusung capres itu.

Dengan catatan Gerindra harus meyakinkan pemilih Sulut bahwa Gerindra bukan lagi dalam lingkaran kelompok-kelompok tertentu sebagaimana yang opinikan publik pada Pemilu 2019 lalu.

Namun Liando menegaskan, keadaan belum absolut. Masih dinamis dan bisa berubah kapan saja.

"Jika kader Nasdem dan Golkar di DPR mampu membuat terobosan sebelum pencoblosan pada 14 Februari 2024 nanti maka akan berpotensi mempengaruhi elektabilitas dukungan bagi siapapun calegnya," katanya.(ndo)

Baca juga: SMP Negeri 1 Amurang Timur Jadi Sekolah Pertama Kerjakan Soal Ujian Akhir Pakai HP di Minsel

Baca juga: Elektabilitas PDIP Gerindra Teratas, Ferry Liando: Efek Jokowi, Ganjar Pranowo dan Sikap Nasionalis

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved