Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Hasil Pertemuan PAN dan Gerindra Soal Pilpres 2024, Masih Pegang Prinsip Saat Terakhir

PAN yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan sebagai ketua umum telah berkunjung ke markas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

Editor: Alpen Martinus
Dok. Pribadi
Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto salam komando, Sabtu (8/4/2024). Salam komando dilakukan setelah pertemuan tertutup di kediaman Prabowo Subianto, Jl Kertanegara, Jakarta. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Membangun kekuatan besar dalam perpolitikan buklanlah hal yang mudah untuk dilakukan, namun tak mustahil dilakukan.

Kekuatan besar tersebut yang kini juga tengah dibangun oleh Prabowo Subianto.

Termasuk merangkul PAN untuk bergabung bersama dengan KIB.

Baca juga: Sosok AGH, Gadis 15 Tahun Terseret Kasus Penganiayaan Bareng Pacar, Akan Jalani Sidang Vonis Besok

Itu dilakukan, lantaran saat ini belum waktunya untuk berkampanye.

Namun memang ada konsekuensi yang harus dihadapi juga membangun kekuatan besar.

Lantaran harus menyatukan banyak pemikiran dan keinginan.

Apalagi dalam Pilpres, jelas banyak yang akan menyodorkan nama untuk Capres dan Cawapres.

Baca juga: Bukan Koalisi Besar, Waketum PAN Ungkap Soal Pertemuan Zulkifli Hasan dan Prabowo Subianto


Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno.(Tribunnews.com/ Ibriza Fasti Ifhami)

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (Sekjen PAN) Eddy Soeparno mengatakan, sejauh ini PAN bersama KIB masih terus melakukan penjajakan ke beberapa partai untuk menyongsong Pemilu 2024.

Bahkan kekinian, PAN yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan sebagai ketua umum telah berkunjung ke markas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Rumah Kertanegara, Sabtu (8/4/2023) kemarin.

Saat ditanyakan mengenai pembahasan capres-cawapres usai bertemu Prabowo, Eddy enggan berbicara lebih jauh.

Dirinya menyebut, bahwa proses untuk menentukan siapa yang akan menjadi capres-cawapres itu masih cukup lama.

Baca juga: Setelah Pertemuan Zulkifli Hasan dan Prabowo Subianto, PAN Siap Kolaborasi dengan Gerindra

"Dan perlu disampaikan juga dalam kesempatan ini, ini prosesnya berjalan terus dan ini kan bicara masih ada 10 bulan menjelang pilpres yang akan datang," kata Eddy, dikutip Minggu (8/4/2023).

Eddy lantas menyinggung soal beberapa momen pilpres belakangan ini yang terjadi di Indonesia.

Di mana kata dia, pengumuman nama pasangan capres-cawapres baru dikeluarkan setelah mendekati masa-masa pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved