Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Opini

Temani Petani: Gerakan Kolektif Anak Muda untuk Pertanian Berdaya

Temani Petani berawal gagasan untuk menjembatani anak muda yang concern dengan dunia Pertanian dengan Petani dengan judul Temani Petani

|
Editor: Aldi Ponge
Zikro Rahmansyah
Zikro Rahmansyah saat mengikuti kegiatan di Jakarta 

Penulis Opini adalah Zikro Rahmansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kita tau bahwa Indonesia merupakan negara agraris, negara yang sektor pertaniannya menjadi andalan negeri dan Sebagian besar pendapatan bangsa Indonesia dari Petani.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan potensial. Menurut data hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, lahan di Indonesia yang berpotensi atau sesuai untuk pertanian seluas 94 juta ha, yaitu 25,4 juta ha untuk lahan basah (sawah) dan 68,6 juta ha untuk lahan kering.

Dari total luas lahan yang berpotensi tersebut 30,67 juta ha yang tersedia untuk perluasan areal pertanian, yaitu untuk perluasan pertanian di lahan basah semusim (sawah) 8,28 juta ha, untuk pertanian lahan kering tanaman semusim 7,08 juta ha, dan untuk tanaman tahunan seluas 15,31 juta ha.

Lahan basah untuk tanaman semusim terdapat pada lahan rawa dengan luas 2,98 juta ha (terutama di Papua) dan pada lahan non-rawa seluas 5,30 juta ha.

Lahan potensial maupun lahan tersedia untuk perluasan areal pertanian di Indonesia masih cukup luas, namun dengan semakin derasnya kebutuhan akan lahan, baik untuk pertanian maupun non pertanian, maka perlu kehati-hatian dalam penggunaannya.

Kompetisi penggunaan lahan pada masa yang akan datang sebagai kosekuensi dari upaya mempertahakan ketahanan pangan nasional dan pengembangan bioenergi perlu segera diatasi. Peningkatan produktivitas (intensifikasi), perluasan aeral baru berbasis arahan peruntukan yang tepat, dan pengembangan inovasi teknologi unggulan adalah beberapa hal yang dapat dianjurkan untuk mengatasinya.

Zikro Rahmansyah saat mengikuti kegiatan di Jakarta dddd
Zikro Rahmansyah saat mengikuti kegiatan di Jakarta

Dengan sumber daya yang melimpah dan potensial tersebut, maka dibutuhkan peran kolektif dari berbagai elemen masyarakat khususnya anak muda yang menjadi penerus bangsa Indonesia.

Temani Petani hadir menjembatani anak muda yang memiliki ketertarikan akan dunia pertanian untuk terjun ke lapangan bertemu petani melakukan pendampingan, pemberdayaan, hingga Kerjasama ke berbagai pihak seperti instansi pemerintah maupun swasta.

"Bertani itu bukan kelas sosial, pertanian bukan subjek pasif. Kalau kita berpikir, bahwa bertani itu pekerjaan kampungan, dan pertanian hanya perkara sawah dan padi. Berarti, dunia kita selama ini hanya lompat di dalam karung saja, Pasti".

Sektor Pertanian merupakan sektor yang sangat penting karena sebagian besar masyarakat Indonesia menggantungkan pada sektor Pertanian. Saat ini sektor pertanian Indonesia masih perlu peran disrupsi untuk ke arah yang lebih maju dan sejahtera.

Masih banyak kesempatan bagi siapapun yang bergelut di sektor Pertanian untuk ambil peran dalam mendisrupsi Pertanian Indonesia.

"Kita harus lebih peka terhadap pilihan pangan kita, bahwa kita bisa membuat pilihan - pilihan yang sustainable (berkelanjutan). Kalau kita gak bisa menanam, paling tidak “you know it then missed you know who grow it”.

Jadi kita mulai beli beli dari petani langsung, kita beli dari teman-teman atau dengan usaha-usaha yang bekerja sama dengan petani, biasanya harganya lebih mahal memang tetapi kita tahu bahwa uang yang lari ke petani lebih tinggi."

Di dunia pertanian sub-sektor agro teknologi perlu adanya improvement sehingga tanaman yang kita tanam lebih baik produksinya dan yang dikonsumsi pun lebih terasa. Nah, upaya improvement agroteknologi salah satunya adalah bisa menghasilkan tanaman dari benih atau bibit unggul dengan rekayasa genetika (pertanian), yang kita tau umumnya ada bibit kultur jaringan dan benih hibrida.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved