Opini
Temani Petani: Gerakan Kolektif Anak Muda untuk Pertanian Berdaya
Temani Petani berawal gagasan untuk menjembatani anak muda yang concern dengan dunia Pertanian dengan Petani dengan judul Temani Petani
Untuk memajukan pertanian Indonesia perlu terus digencarkan upaya improvement agroteknologi berdasar riset yang dilakukan oleh mahasiswa/lulusan/akademisi sehingga apa yang kita cita-citakan bersama Pertanian Indonesia maju dapat tercapai.

Menurut Gita Wirjawan, Eks Menteri Perdagangan Indonesia, sektor Pertanian masih perlu didisrupsi karena kesempatannya masih terbuka lebar untuk siapa saja yang menggeluti sektor Pertanian dalam waktu 10 sampai 15 tahun kedepan. "Terus Pertanian udah ada beberapa pemain (Inovator), tapi masih banyaklah yang perlu didisrupsi" - Gita Wirjawan.
Sub sektor Pertanian yang perlu didisrupsi;
1. Pre-Harvest
2. Pertanian Presisi
3. Post-Harvest
4. Transport, Storage dan Distribusi
5. Proses dan Pengemasan
Temani Petani berawal gagasan untuk menjembatani anak muda yang concern dengan dunia Pertanian dengan Petani dengan judul “Temani Petani”. Konsep ide ini mengajak anak muda terjun langsung ke lahan pertanian, melihat keadaan nyata di sektor pertanian hulu-hilir dan melakukan pendampingan kepada petani.
“Harapannya Temani Petani selalu membawa hal baru dan menjadi wadah berkarya untuk mempersiapkan anak muda yang kontributif di sektor Pertanian".
"Jangan biarkan petani berjuang sendiri karena membersamainya adalah kebanggaan"
Satu-Satunya Wakili Sulut
Indonesia adalah negara agraris dan Sulawesi Utara terkenal dengan sebutan “Bumi Nyiur Melambai”, dengan melimpahnya produksi kopra (kelapa). Sulawesi Utara memiliki sumber daya alam yang potensial seperti Kopra (Kelapa), Jagung, dan tanaman perkebunan seperti cengkeh, kopi, dan coklat.
Begitu juga dengan ketersediaan lahan yang masih luas di Sulawesi Utara dan masih bisa dieksplor. Dan Zikro melihat potensi sumber daya manusia yang unggul didukung dengan beberapa perguruan tinggi di Sulawesi Utara yang terdapat jurusan pertanian seperti Universitas Sam Ratulangi, Universitas Klabat, Universitas Katolik De La Salle, dan perguruan tinggi lainnya yang berada di Sulawesi Utara.
Menurut data Ditjen Dikti jumlah Mahasiswa terus meningkat tiap tahunnya, terkhusus mahasiswa pertanian seluruh Indonesia sebanyak lebih dari 300.000 mahasiswa. Tetapi menurut data BPS (Badan Pusat Statistik, 2020) mencatat bahwa ada depresiasi 11,97 persen angka petani muda atau anak muda yang berkecimpung di sektor Pertanian.
Dengan latar belakang tersebut, Zikro bawa ide “Temani Petani” ke Jakarta dalam ajang “Bawa Ide” menjadi perwakilan satu-satunya dari provinsi Sulawesi Utara dan berhasil terpilih dari 5000 peserta yang mendaftarkan idenya se-Nasional melewati seleksi ketat dengan membuat tulisan esai dan video yang menjelaskan idenya tersebut.
“Bawa Ide” dilaksanakan di Hotel Grand Whiz Jakarta pada 14-15 Februari 2023 diselenggarakan oleh NGO (Non Government Organization) “Bawa Ide” (@bawaidemu).
Ketua pelaksana “Bawa Ide” Widdi Aswandi, Alumni Institut Teknologi Bandung mengungkapkan rasa syukur karena perwakilan masing-masing daerah telah datang ke Jakarta untuk “Bawa Ide”.
“Bawa Ide” ini bertujuan untuk menampung aspirasi anak-anak muda Indonesia dari daerahnya masing-masing.
Menurut Zikro, Sektor Pertanian butuh peran anak mudanya, dengan ide “Temani Petani” semoga bisa menumbuhkan kesadaran dan peran anak muda untuk kontribusi di sektor pertanian.