Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Opini

Orang Kristen Inklusif atau Eksklusif?

Bahwa Orang Kristen dari sononya alias pada dasarnya atau pada hakekatnya atau sejatinya adalah Eksklusif, lain dari pada yang lain.

Editor: Aldi Ponge
Istimewa
Ilsutrasi : Orang Kristen Inklusif atau Eksklusif? 

Penulis Opini Jacobus H Tandiapa, Warga Kristen di Minahasa

TRIBUNNMANADO.CO.ID - Jawab dari pertanyaan tersebut dengan tegas dan segera saya jawab dengan jawaban berikut. Bahwa Orang Kristen dari sononya alias pada dasarnya atau pada hakekatnya atau sejatinya adalah Eksklusif, lain dari pada yang lain.

Tegasnya lain daripada dunia ini yang dipanggil untuk masuk menggarami dan menerangi dunia yang gelap, menuju kebinasaan ini (lihat antara lain Mat. 5:13,14,16; Yoh. 8:34; Rom. 3:23; 5:12; 6:23; 14:23-akhir).

Perkataan ‘dari sononya' atau sejatinya, saya jelaskan ‘pertama’ meskipun bukan yang terutama, dan satu-satunya dari asal mula perkataan Kristen itu.

Perkataan ini terdapat di dalam Kisah Para Rasul yang bunyinya sebagai berikut:  “Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.” (Kis. 11:26. Perlu dicatat, yang lebih utama adalah teladan Yesus Kristus).

Perkataan yang diucapkan orang-orang sekitar untuk para murid Kristus ini adalah sebagai “gelar” atau sindiran [nickname; julukan]; sebagai “those Christian” [orang-orang Kristen itu] yang lain daripada yang lain. Atau lain dari “dunia” yang selama ini mereka ketahui. Bisa dikatakan “aneh” suatu kehidupan baru; jelasnya suatu ajaran baru yang diperagakan. [Bk. Mrk.1:27].

Rasul Paulus sendiri, setelah dibaharui dan ditangkap dan dipakai oleh Tuhan Yesus, setelah kebangkitan dan kenaikanNya ke sorga.—Dengan tegas dan jelas mengatakan hal ini, di dalam surat kirimannya kepada jemaat di Roma: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” [Rom. 12:2].

Dan kembali kepada Tuhan Yesus, sumber kehidupan baru dan sumber dari ajaran baru yang kita Orang Kristen jalani itu [teladan kita itu].

Dikatakan-Nya: “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” [Mat. 10:16].


“Seperti domba.” Jelas menunjukkan kehidupan yang terpisah, penurut dan dengar-dengaran kepada Gembala Agung. Lebih dari orang  asing, orang sekitar, atau “orang upahan” [baca, pengajaran sesat] yang tidak mereka kenal. [Baca, Yoh.10:1-16; Ef.4:11-16].

Domba, lemah dan penurut, hanya bergantung kepada gembalanya. Megambarkan  Orang Kristen murid Kristus [Bk. Mat. 25:32]. Tetapi serigala, buas, pemangsa, licik, liar dan kejam; menggambarkan dunia, ke mana  Orang Kristen itu diutus. Yaitu Dunia yang tidak mengenal Allah yang benar dan satu-satunya. [Yoh. 17:3-lihat lagi ayat ini yang diulang di bawah].

Oleh karenanya—sekali lagi—“harus cerdik seperti ular, namun tulus seperti merpati.” [Bk. Suatu berita-feature RRI mengenai kepahlawanan burung merpati pada zaman revolusi, yang diangkat sebagai “Letnan Merpati Pos” karena pengorbanan dan kesetiaannya yang tulus].

Diutus Ke Dalam Dunia

Di dalam doaNya di dalam Injil Yohanes yang baru kita kutip tadi, Tuhan Yesus mengatakan: “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia.” [Yoh. 17:18].

Tuhan Yesus telah diutus Bapa di sorga, Allah Bapa Yang Maha Kuasa. Ini seperti yang dikatakannya di dalam banyak firman pengajaran atau injilNya. Salah satunya seperti yang baru kita kutip. [Diutus Bapa, kemudian mengutus murid-muridNya; yang kemudian disebut Orang Kristen].

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved