Opini
Orang Kristen Inklusif atau Eksklusif?
Bahwa Orang Kristen dari sononya alias pada dasarnya atau pada hakekatnya atau sejatinya adalah Eksklusif, lain dari pada yang lain.
Jelasnya sejak bagian awal doanya itu telah dikatakanNya: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”.
Kemudian pada ayat delapan dikatakanNya lagi: “Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepadaKu telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar, bahwa Aku datang dari padaMu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” [17:3,8].
Baru kemudian menyusulnya ayat delapanbelas tadi, yang telah kita jadikan “leading thema” sub-judul tersebut di atas. [Untuk itu lihat lagi seperti: Mat. 21:37; Yoh. 6:38; 7:29; 8:42; 9:4; 10:36].
Oleh karena Ia telah diutus ke dalam dunia ini menjadi Imanuel [Allah Beserta Kita] bagi kita orang berdosa yang kemudian dipulihkanNya dari keberdosaan itu.
Maka Ia telah disebut juga sebagai “Friend of Sinners” – “Sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.” [Mat. 11:19]. Jelaslah hal ini, sebagaimana yang telah dikatakanNya di dalam pengajaranNya yang tegas sebagai berikut: “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” [Mat. 9:12].
Sebab itu di dalam tulisan saya “Sudah Adakah Tempat Bagimu Di Surga ?” [TRIBUN MANADO 15/05/2018]. Saya telah mengatakan seperti berikut: “Tuhan Yesus sendiri disebut sahabat orang berdosa [‘inklusif’- menyatu ke mana Ia diutus].—Tetapi sekalipun di atas salib, ketika menanggung dosa dunia, Ia tetap spesial, lain dari pada yang lain, tidak menjadi sama seperti orang berdosa.” Ia tetap Juruselamat Dunia, Penebus Dosa; Nama di atas segala nama. [Tetap Eksklusif].
Jalan Salib
Maka jelaslah, Orang Kristen sebagai murid-muridNya yang diutusNya ke dalam dunia ini. Harus pula menjadi serupa dengan Guru dan Tuhannya. “Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.” [Mat. 10:24-25].
“Eksklusif” di sini, meskipun kita memang lain dari pada yang lain. Namun bukan berarti “aneh” makhluk dari luar angkasa misalnya. Layaknya malaikat yang bukan manusia yang hidup di bumi dan di dunia ini.
Memang di atas tadi telah kita katakan dari mulanya kata KRISTEN itu, berarti atau berkonotasi “aneh” – lain dari dunia sekitar. Namun inti dan penekanannya di sini adalah mengenai pandangan hidup yang dijalani.—Berbeda dari pandangan hidup dunia—arus besar; main stream—yang umum dan biasa dijalani dunia ini. [Bk. I Yoh. 2:15-17; 5:19].
Rasul Paulus di dalam suratnya [I Kor. 9:19-23] dengan jelas mengatakan ini.—Ia ‘’inklusif’’ menyatu dengan dunia ini, di mana ia “diutus”: “Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.
Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.”
Jadi semata untuk memenangkan panggilan Injil yang diembannya atau yang dihidupinya [maka ia bisa, bahkan harus inklusif]. Sebagai “manusia baru” yang telah ditangkap dan dipakai oleh Tuhan Yesus, menggantikan Yudas yang telah menghianitiNya. Dalam mana ia hidup, namun bukan dia lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam dia. [Gal. 2:20].
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-harian-kristen-rela-menderita-orang-kristen-sejati-pasti-melewati-penderitaan.jpg)