Bapontar Sangihe

Mengunjungi Lenganeng, Kampung Perajin Parang Khas Sangihe

Desa yang dikenal sebagai kampung pandai besi ini masuk wilayah Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. 

Jumadi Mappanganro
William Kakante (45) menerima kunjungan tim Tribun Manado di Desa Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Sabtu 26 Maret 2022. 

SUARA dentingan besi terdengar jelas saat kami tiba di Desa Lenganeng, Sabtu siang 26 Maret 2022.

Desa yang dikenal sebagai kampung pandai besi ini masuk wilayah Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. 

Disebut kampung pandai besi karena pria dewasa di desa ini dominan bekerja sebagai perajin peda sanger, parang khas Sangihe. 

Mereka disebut Kipung. Satu di antaranya adalah Wiliam Kakante (45 tahun). 

Siang itu kami mampir di bengkel milik Wiliam Kakante. Tempatnya sederhana. Luasnya sekira 3 meter x 3 meter. Beratap seng. Tak berdinding. Terletak di pinggir jalan.

Saat itu Wiliam sedang membuat peda sanger, parang khas Sangihe. Bentuknya mirip gambar parang di genggaman Pahlawan Pattimura yang terkenal.

Peda Sanger yang dibuat William Kakante (45) di Desa Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut.
Peda Sanger yang dibuat William Kakante (45) di Desa Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulut. (Jumadi Mappanganro)

Bentuknya menyesuaikan fungsinya yang kerap digunakan warga memotong kelapa.

Siang itu Wiliam dibantu putranya, Weldi Kakante (16), menempa lempengan besi. Sang anak masih duduk di kelas I SMA 

Wiliam mengaku sudah 30 tahun lebih bekerja sebagai Kipung. Ia lulusan SMEA pada 1997. Setiap hari, rerata ia bisa menyelesaikan 4 peda sanger.

Prosesnya, besi yang akan dibentuk lebih dulu dipanaskan di tungku yang dilengkapi blower dan arang.

Besi yang sudah membara kemudian ditempa menggunakan palu oleh para kipung atau pandai besi.

Proses ini dilakukan berulang kali hingga diperoleh bentuk alat yang diinginkan. 

Setelah didapat bentuknya, kemudian dicelupkan ke oli bekas supaya terjadi pengerasan.

Kemudian digerinda agar tajam dan bentuknya sesuai yang diinginkan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved