Opini
PDGI dan Narasi Perubahan
Ditulis drg.Rustan Ambo Asse Sp.Pros, alumni Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin
Formulasi itu bukan tidak mungkin terwujud jika kepercayaan muncul sebagai sebuah kesatuan yang saling mendukung bagi seluruh cabang,pengwil dan dan pengurus PB PDGI sendiri.
Sehingga titik diskusi kita tentu tidak hanya pada konteks siapa ketua yang paling layak saja, tapi hal yang substansial adalah bagaimana kepemimpinan dalam sebuah organisasi bersifat terbuka, merata dan kesempatan diberikan tidak hanya berdasarkan suara terbanyak dan berdasarkan "geopolitik" jika hal itu ada.
Asumsi geopolitik dan defenisi hak suara ini cenderung lebih kuantitatif berdasarkan jumlah anggota yang menumpuk dalam suatu daerah.
Sementara substansi itu kemudian tidak serta merta terwujud sebagaimana yang kita pahami dalam konstitusi yang seharusnya menjamin hak dan kewajiban masing-masing anggotanya.
Namun demikian dalam sebuah organisasi hal inipun adalah hal yang lumrah.
Yang diperlukan sekarang adalah bagaimana mempertegas identitas PDGI sebagai organisasi profesi yang terbuka, dan pengurus membuka diri terhadap hal ini sebagai sebuah peluang sekaligus ancaman.
Peluangnya adalah kaderisasi yang mapan dan berlimpah sumber daya menjadi sebuah kelebihan yang mesti disyukuri.
Semakin banyak kader muda organisasi yang berminat dalam konstestasi ini akan menjadi nilai positif bagi kemajuan organisasi pada masa yang akan datang.
Namun ketika regenerasi terhambat dan kita gagal menjadikan PDGI sebagai organisasi kader maka niscaya akan terbentuk monopoli kuasa baik secara sadar maupun tidak sadar hal itu akan menggerus kepercayaan anggota. Mungkin tidak sekarang, tapi suatu nanti niscaya hal itu akan terjadi.
Akhirnya mari kita berkongres dengan damai menyatukan potensi dokter gigi seluruh Indonesia, dari Balikpapan segudang optimimisme kita rajut untuk PDGI yang lebih baik lagi. Semoga! (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rustan-ambo-asse.jpg)