Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

Organisasi Perlawanan Palestina Selain Hamas, dari yang Berpaham Komunis hingga Sekuler

Menurut laporan dari LSM lokal pada Rabu (2/3/2022), tentara Israel menangkap puluhan warga Palestina di Tepi Barat.

Editor: Rizali Posumah
www.dailymoslem.com
Potret wanita-wanita Palestina saat konflik dengan Israel. 

Sejak tahun 1969, PFLP menyatakan diri sebagai organisasi yang berhaluan kiri jauh, tetapi tetap mengadopsi nilai-nilai dan ideologi Nasionalisme Arab dan juga Nasionalisme Palestina.

Tujuan organisasi yakni melawan penjajahan atau anti-imperialisme, dan juga Anti-Zionisme.

Sayap militer PFLP bernama Brigade Abu Ali Mustapha.

Meski saat PFLP tak lagi melakukan serangan-serangan radikal, namun organisasi ini punya catatan yang jauh lebih mengerikan ketimbang Hamas.

Di tahun 1970 sayap militer PFLP yakni Brigade Abu Ali Mustapha melakukan aksi pembajakan pesawat. Empat pesawat mereka bajak di saat yang bersamaan. 

Tiga dari empat pesawat tersebut dipaksa mendarat di Zarka, Yordania, di sebuah bekas pangkalan Angkatan Udara Britania Raya.

Pembajakan pesawat yang paling terkenal dilakukan oleh PFLP pada tahun 1976, yang dikenal dengan peristiwa Entebbe, di Uganda. 

Kala itu Brigade Abu Ali Mustapha membajak sebuah pesawat Air France.

Namun, pembajakan ini berhasil digagalkan oleh militer Israel, dan menyelamatkan sekitar 100 orang sandera.

Hamas

Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah atau disingkat Hamas merupakan organisasi Islam Palestina dengan sayap militer Brigade Izzudin al-Qassam.

Organisasi ini berdiri pada tahun 1987 sebagai cabang dari Ikhwanul Muslimin Mesir.

Pendirinya, Sheik Ahmed Yassin, pada tahun 1988 menegaskan bahwa Hamas didirikan untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Israel dan mendirikan negara Islam di wilayah yang sekarang menjadi Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.

Hamas memenangkan pemilu legislatif Palestina tahun 2006 dan menjadi penguasa de facto yang mengatur pemerintahan otoritas Jalur Gaza setelah Pertempuran Gaza tahun 2007.

Australia, Selandia Baru, Paraguay, dan Inggris hanya mengklasifikasikan sayap militernya sebagai organisasi teroris.

Sementara itu, Brazil, China, Mesir, Iran, Norwegia, Qatar, Rusia, Suriah, dan Turki tidak menganggapnya sebagai organisasi teroris.

Palestinan People Party (Partai Rakyat Palestina)

Didirikan pada tahun 1982 sebagai Partai berideologi Marxis. 

Partai ini sebenarnya adalah kelanjutan dari Partai Komunis Palestina (PKP) yang didirikan sejak 1919. 

PKP sendiri adalah satu dari empat komponen utama Intifada pertama.

PKP dianggap berperan penting dalam memobilisasi dukungan massa melawan pendudukan Israel.

Pada Februari 1982, tokoh-tokoh penting komunisme Palestina bertemu dalam sebuah konferensi. Dari sanalah mereka sepakat untuk mendirikan kembali Partai Komunis Palestina (PKP).

PKP bergabung dengan PLO pada 1987. 

PKP mengubah namanya menjadi Partai Rakyat Palestina setelah merumuskan kembali identitasnya. Mereka meniadakan Komunis sebagai nama partai meski tetap mengakui berideologi Marxis. (*)

2 Regu Chechnya Ditugaskan Khusus Bunuh Presiden Zelensky, Berhasil Dilumpuhkan Ukraina

Bupati Talaud Elly Engelbert Lasut Bentuk Panitia Lokal untuk Acara Paskah Nasional 2022

Baru Terungkap Berapa Banyak Harta Kekayaan Angelina Sondakh Artis yang Dipenjara karena Kasus Suap

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved