Berita Internasional
Organisasi Perlawanan Palestina Selain Hamas, dari yang Berpaham Komunis hingga Sekuler
Menurut laporan dari LSM lokal pada Rabu (2/3/2022), tentara Israel menangkap puluhan warga Palestina di Tepi Barat.
Dokumen tersebut adalah pernyataan anti-Zionis agresif yang didedikasikan untuk "pemulihan tanah air Palestina" yang tidak mengacu pada agama.
Pada tahun 1968, Piagam diganti dengan versi yang direvisi secara komprehensif.
Hingga 1993, satu-satunya pilihan yang dipromosikan adalah perjuangan bersenjata.
Sejak penandatanganan Oslo Accords, negosiasi dan diplomasi menjadi satu-satunya kebijakan resmi.
PLO memperoleh pengakuan Liga Arab sebagai satu-satunya organisasi bangsa Palestina tahun 1974.
Juga pada November 1974, PLO merupakan satu-satunya organisasi nonpemerintah yang memperoleh kesempatan berbicara di depan Sidang Umum PBB.
Satu langkah berikut yang dicapai ialah diperolehnya keanggotaan penuh PLO di dalam Liga Arab pada tahun 1976.
Fatah
Fatah atau Harakat at-Tahrir al-Wathani al-Filasthini atau Gerakan Nasional Pembebasan Palestina, adalah organisasi perlawanan Palestina yang didirikan pada tahun 1958.
Organisasi ini memiliki tujuan untuk mendirikan negara Palestina di daerah yang sedang menjadi tempat konflik Israel dan Palestina.
Fatah didirikan oleh sekelompok warya Palestina yang menempuh pendidikan di Kairo, Mesir antaranya Yasser Arafat, Khalil al-Wazir, Salah Khalaf, dan Khaled Yashruti.
Setelah Perang Enam Hari pada tahun 1967, Fatah muncul sebagai kekuatan yang dominan dalam dunia politik di Palestina. Pada akhir 1960-an, Fatah bergabung dengan PLO dan pada tahun 1969 menjadi pemimpin dalam PLO.
Fatah memiliki sayap militer yang diberinama Al-Asifah atau Sang Badai. Selain berada di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Al-Asifah juga memiliki basis di sejumlah negara Arab.
Democratic Front For The Liberation Of Palestine (DFLP)
DFLP atau Front Demokratik untuk Kemerdekaan Palestina adalah organisasi politik sekuler dan militer Palestina beraliran Sosialis - Nasionalis.