Breaking News:

Catatan Willy Kumurur

Euro 2020 dan Gelanggang Para Dewa

Tarian para dewa akan menyihir dunia, membuat yang biasa cepat lelap mengubah siklus tidur begadang untuk menjadi saksi seni sepakbola yang pernah ada

handover
Willy Kumurur 

Oleh: Willy Kumurur
Penikmat bola. Tinggal di Bogor, Jabar. Alumni FK Unsrat Manado

DISRUPSI COVID-19 mengharuskan Euro 2020 ditunda. Para penggemar dan penikmat bola pun berada dalam penantian panjang.

Akhirnya, penantian panjang pun segera berakhir. Bagaikan penantian Juliet yang merindukan Romeo nya sebagaimana yang dikisahkan dalam film Romeo & Juliet.

Terkurung di balik tembok istana yang tinggi dan dengan penjagaan yang super ketat Juliet menanti dengan penuh harap kedatangan Romeo.

Dia terperangah di kolam renang istana ketika Romeo muncul berenang di sisinya.

"Bagaimana caranya engkau menembus pertahanan ketat ini dan datang menjumpaiku?“ tanya Juliet dengan hati berbunga-bunga.

Romeo menjawab singkat, "Aku datang dengan sayap-sayap cinta.“

Seperti itulah kedatangan para 'dewa' bola Eropa -ibarat dongeng- yang turun ke bumi benua biru Eropa untuk mementaskan seni yang berkualitas dalam mengolah bola di atas panggung berwarna hijau.

Mereka datang dengan 'sayap-sayap cinta' atas nama kecintaan terhadap bola, karena telah mereka wakafkan hidup dan karier mereka untuk sepakbola.

Dini hari nanti, tarian para dewa akan menyihir dunia, membuat yang biasa cepat lelap mengubah siklus tidur begadang untuk menjadi saksi seni sepakbola yang pernah ada di jagad ini.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved