Breaking News:

Catatan Willy Kumurur

Euro 2020 dan Gelanggang Para Dewa

Tarian para dewa akan menyihir dunia, membuat yang biasa cepat lelap mengubah siklus tidur begadang untuk menjadi saksi seni sepakbola yang pernah ada

Editor: Jumadi Mappanganro
handover
Willy Kumurur 

Hampir di setiap judul serial petualangan Karl May menuturkan strategi demi strategi dalam kisah Pemburu Binatang Berbulu Tebal di Rio Pecos, Rocky Mountain, Winnetou Gugur, dll.

Lapangan hijau di stadion-stadion bola tempat laga EURO 2020 merupakan “medan pertempuran” strategi dari para manajer dan pelatih tenar sepakbola.

Di sana ada Roberto Mancini, Joachim Loew, Frank de Boer, Didier Deschamps, Gareth Southgate dan sederet nama tenar lainnya.

Namun nanti setelah pertempuran berakhir kita dapat mengatakan strategi siapakah yang lebih handal.

Tim bertabur bintang dan klub kaya belum tentu bisa memenangkan pertarungan dan mencapai goal.

Yunani misalnya, tim itu biasa-biasa saja, tak ada pemain top dunia di sana pada tahun 2004 di pentas EURO 2004.

Namun di tangan Otto Rehaggel, manajer dan pelatih, tidak hanya Piala Eropa yang diraih, dia pun mempermalukan tim Jerman terutama Franz Beckenbauer yang memecatnya semasa Rehaggel melatih Bayern Muenchen di masa lalu.

Sumber daya yang ada di tangannya, dikelola dengan amat profesional dan cinta menghasilkan tim yang sanggup mengalahkan tim-tim terbaik Eropa termasuk tuan rumah Portugal pada waktu itu.

Nuansa-nuansa

Selama sebulan penuh dunia akan disuguhi tontonan sepakbola dengan kualitas yang tak ada taranya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved