Breaking News:

Catatan Willy Kumurur

Euro 2020 dan Gelanggang Para Dewa

Tarian para dewa akan menyihir dunia, membuat yang biasa cepat lelap mengubah siklus tidur begadang untuk menjadi saksi seni sepakbola yang pernah ada

Editor: Jumadi Mappanganro
handover
Willy Kumurur 

Misteri
"Life is a mystery to be lived, not a problem to be solved.” (Hidup adalah misteri untuk dihidupi bukanlah masalah untuk dipecahkan), kata Soren Kierkegaard.

Lain halnya dengan Luca Antonini yang bertutur dalam lirik lagunya play like children falling down into yellow fields try to stop the flow of time life's a mistery (bermainlah seperti kanak-kanak, jatuh di lapangan kuning cobalah hentikan aliran waktu karena hidup adalah misteri).

Lapangan hijau adalah misteri. Karena siapakah yang bisa memastikan bahwa kemenangan itu akan pasti diraih?

Di atas kertas Denmark akan kalah karena keputusan untuk mengikuti sertakan mereka di Piala Eropa 1992 dibuat menjelang dimulainya kompetisi itu, menggantikan Yugoslavia yang sedang dilanda kemelut internal.

Siapa yang dapat menyangka bahwa mereka akan tampil sebagai juara?

Siapa yang bisa menduga bahwa Italia yang di atas segalanya unggul: pengalaman, kemampuan teknis individu, postur tubuh dan barisan pemain top akan kalah dari Korea Selatan di Piala Dunia 2002?

Tak ada yang menduga bahwa Yunani bisa bertengger di puncak EURO 2004.

Seperti hidup ini, bola menyimpan misterinya sendiri, menyimpan nasib dan takdir para pelakunya.

Medan Tempur

Penulis masyhur Karl May menuturkan dengan sederhana, lugas dan lancar bagaimana kekuatan hanya dua orang seperti Old Shatterhand dan Winnetou (Ketua Suku Apache) dengan taktik dan strateginya mengepung dan mengurung ratusan prajurit Comanche dengan menggunakan sumber daya yang ada seperti lereng gunung dan hutan belantara.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved