Catatan Willy Kumurur

Euro 2020 dan Gelanggang Para Dewa

Tarian para dewa akan menyihir dunia, membuat yang biasa cepat lelap mengubah siklus tidur begadang untuk menjadi saksi seni sepakbola yang pernah ada

handover
Willy Kumurur 

Siapa yang dapat menyangka bahwa mereka akan tampil sebagai juara?

Siapa yang bisa menduga bahwa Italia yang di atas segalanya unggul: pengalaman, kemampuan teknis individu, postur tubuh dan barisan pemain top akan kalah dari Korea Selatan di Piala Dunia 2002?

Tak ada yang menduga bahwa Yunani bisa bertengger di puncak EURO 2004.

Seperti hidup ini, bola menyimpan misterinya sendiri, menyimpan nasib dan takdir para pelakunya.

Medan Tempur

Penulis masyhur Karl May menuturkan dengan sederhana, lugas dan lancar bagaimana kekuatan hanya dua orang seperti Old Shatterhand dan Winnetou (Ketua Suku Apache) dengan taktik dan strateginya mengepung dan mengurung ratusan prajurit Comanche dengan menggunakan sumber daya yang ada seperti lereng gunung dan hutan belantara.

Hampir di setiap judul serial petualangan Karl May menuturkan strategi demi strategi dalam kisah Pemburu Binatang Berbulu Tebal di Rio Pecos, Rocky Mountain, Winnetou Gugur, dll.

Lapangan hijau di stadion-stadion bola tempat laga EURO 2020 merupakan “medan pertempuran” strategi dari para manajer dan pelatih tenar sepakbola.

Di sana ada Roberto Mancini, Joachim Loew, Frank de Boer, Didier Deschamps, Gareth Southgate dan sederet nama tenar lainnya.

Namun nanti setelah pertempuran berakhir kita dapat mengatakan strategi siapakah yang lebih handal.

Tim bertabur bintang dan klub kaya belum tentu bisa memenangkan pertarungan dan mencapai goal.

Yunani misalnya, tim itu biasa-biasa saja, tak ada pemain top dunia di sana pada tahun 2004 di pentas EURO 2004.

Namun di tangan Otto Rehaggel, manajer dan pelatih, tidak hanya Piala Eropa yang diraih, dia pun mempermalukan tim Jerman terutama Franz Beckenbauer yang memecatnya semasa Rehaggel melatih Bayern Muenchen di masa lalu.

Sumber daya yang ada di tangannya, dikelola dengan amat profesional dan cinta menghasilkan tim yang sanggup mengalahkan tim-tim terbaik Eropa termasuk tuan rumah Portugal pada waktu itu.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved