Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Program Padat Karya

Senator Stefanus Liow Tutup Program Padat  Karya di Sulut, Berdayakan  500 Warga Terdampak Pandemi

Selain Manado, Program Padat Karya berlangsung di Amurang, Likupang, Kotabunan, Labuan Uki, Ulu Siau, Tahuna dan Melonguane.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Senator Sulut, Stefanus BAN Liow menutup Program Padat Karya Dirjen Hubla dan DPD RI di Pelabuhan Likupang, Desa Munte, Likupang Barat, Sabtu (17/04/2021). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Anggota DPD RI, Ir Stefanus BAN Liow MAP menutup rangkaian Program Padat Karya Dirjen Perhubungan Laut dan DPD RI yang berlangsung pekan ini di Sulut.

Penutupan berlangsung di Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Likupang di Desa Munte, Likupang Barat, Minut, Sulut, Sabtu (17/04/2021).

Program itu berlangsung sejak 12 April lalu. Rangkaiannya dimulai di Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado dan berlanjut di pelabuhan lainnya di Sulut.

Selain Manado, Program Padat Karya ini berlangsung di Amurang, Likupang, Kotabunan, Labuan Uki, Ulu Siau, Tahuna dan Melonguane.

Senator Sulut, Stefanus BAN Liow menutup Program Padat Karya Dirjen Hubla dan DPD RI di Pelabuhan Likupang, Desa Munte, Likupang Barat, Sabtu (17/04/2021).
Senator Sulut, Stefanus BAN Liow menutup Program Padat Karya Dirjen Hubla dan DPD RI di Pelabuhan Likupang, Desa Munte, Likupang Barat, Sabtu (17/04/2021). (tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa)

Program ini berhasil memberdayakan sedikitnya 500 orang warga di sekitar pelabuhan.

Stefanus Liow bilang, peserta Padat Karya adalah masyarakat yang berasal dari sektor informal dan terdampak Covid-19.

Senator Sulut, Stefanus BAN Liow menutup Program Padat Karya Dirjen Hubla dan DPD RI di Pelabuhan Likupang, Desa Munte, Likupang Barat, Sabtu (17/04/2021).
Senator Sulut, Stefanus BAN Liow menutup Program Padat Karya Dirjen Hubla dan DPD RI di Pelabuhan Likupang, Desa Munte, Likupang Barat, Sabtu (17/04/2021). (tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa)

"Program ini bertujuan membantu masyarakat yang terdampak ekonominya akibat Covid-19," katanya.

Anggota Komite II DPD RI ini bilang, meskipun nilai bantuan yang diberikan relatif kecil tapi itu merupakan bentuk perhatian pemerintah bagi masyarakat.

Selain itu, katanya, Program Padat Karya wujud sinergitas lembaga negara. Khususnya Dirjen Perhubungan Laut, Komisi V DPR RI dan DPD RI.

"Padat karya ini menunjukkan bahwa negara, pemerintah dan wakil rakyat dan daerah hadir untuk mendayagunakan pekerja lokal yang ada sekitar pelabuhan," kata mantan Ketua Komisi Pria/Kaum Bapa (P/KB) Sinode GMIM ini.

Ony, warga Mubune berterima kasih bisa dilibatkan dalam Program Padat Karya tersebut.

"Sekarang agar sulit untuk dapat proyek (kerja). Ini sangat menbantu," ujarnya sambil berharap, masih ada program berikutnya yang melibatkan warga sekitar area pelabuhan.

Liow menambahkan, Program Padat Karya gelombang ketiga tahun ini akan berlangsung di semester kedua.

"Program ini tetap menyasar warga sekitar area pelabuhan dan sarana pemerintah lainnya," jelasnya.

Hadir dalam penutupan ini, Kepala UPP Likupang, Moh. Qowi, Kabid Perhubungan Laut Dishub Sulut, Stenly Patimbano, Kapolsek Likupang Barat dan warga peserta program. (ndo)

Nasi Sudah Menjadi Bubur, Pengakuan Adik yang Bunuh Kakaknya Didepan Ibunya: Saya Sekarang Menyesal

Beredar Kabar Pembunuh Oma Nona Ditemukan. Kapolres : Nanti Saja Saat Gelar Perkara

Tokopedia Sempat Alami Error, Semua Barang Jadi Nol, Terungkap Penyebabnya

Berita tentang Sulut lainnya.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved