Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hikmah Ramadhan

Puasa Itu Agar yang Kaya Merasakan Penderitaan Orang Miskin

Jika dengan puasa belum bisa merasa kasihan melihat penderitaan sesama maka puasa kita sebenarnya tidaklah sah.

Facebook Muhammad Tahir Alibe
Dr Muhammad Tahir Alibe, dosen Jurusan Tafsir Hadis IAIN Manado dan Pengurus MUI Sulut 

Sementara empati adalah merasakan penderitaan apa yang dialami oleh saudara-saudara kita.

Hakikat Iman bila merujuk kepada Al-Qur'an maupun hadis adalah memiliki rasa empati yang tinggi terhadap sesama kaum mukmin dan sifat tegas terhadap kaum kafir lihat Qs. Al-Fath:29.

Puasa adalah menahan diri dari makanan yang halal di siang hari.

Dengan puasa kita merasakan lapar dan haus. Dengan puasa pula kita merasakan bagaimana susahnya hidup bila tanpa ada makanan.

Jika dengan puasa belum mampu melahirkan simpati atau empati, jika dengan puasa belum bisa merasa kasihan melihat penderitaan sesama maka puasa kita sebenarnya tidaklah 'sah'.

Puasa diwajibkan agar kita mendapatkan nasehat langsung, agar memberikan perhatian, dapat berbagi kepada sesama yang serba kekurangan.

Ketika Imam Ja'far Shadiq ditanya, buat apa Allah swt mewajibkan hamba-Nya melakukan puasa?

Dijawab oleh beliau, "Agar orang-orang kaya merasakan penderitaan orang-orang miskin."

Di tengah bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita, bukan sesuatu yang keliru bila sedekah dialihkan untuk membantu mereka.

Sebab yang demikian itu lebih jelas dan tepat sasaran. (*)

Artikel-artikel opini lainnya 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved