Hikmah Ramadhan
Puasa Itu Agar yang Kaya Merasakan Penderitaan Orang Miskin
Jika dengan puasa belum bisa merasa kasihan melihat penderitaan sesama maka puasa kita sebenarnya tidaklah sah.
Oleh: Dr Muhammad Tahir Alibe M.Th.I
Dosen Hadis/Ilmu di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado. Anggota Komisi Fatwa MUI Sulut.
PALING tidak sebelum memasuki bulan Ramadhan, ada dua tragedi besar yang menimpa bangsa Indonesia selain Pandemi Covid-19 tentunya.
Pertama, bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar yang dilakukan oleh kaum radikal.
Menurut pengakuan keluarga orang tersebut sangat rajin membaca al-Qur'an dan tentu saja sangat rajin pergi shalat berjamaah di masjid.
Selain itu, istrinya yang sedang hamil dibawa serta dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.
Baca juga: PKB Diterpa Isu Muktamar Luar Biasa, PKB Manado Setia ke Cak Imin, Tielman: Biasa, Dinamika Partai
Hanya beberapa hari setelah bom di Gereja Katedral Makassar, seorang wanita menerobos masuk di Mabes Polri dan menembak polisi. Tentu saja wanita tersebut antar nyawa.
Mungkin para pelaku aksi teror itu mengklaim apa yang dilakukannya karena atas nama ideologi agama.
Padahal tak ada satu pun agama mengajarkan teror.
Kedua, bencana Alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan di Jawa Timur tepatnya di Malang.
Sebelumnya banjir di Sulawesi Barat dan Sulawesi Utara.
Seperti biasa setiap bencana alam terjadi maka ada jadi korban atas keganasan bencana tersebut.
Dua peristiwa tersebut, bom bunuh diri dan bencana alam, keduanya melukai hati kita semua.
Bom bunuh diri melukai Ideologi Islam yang damai, begitu juga dgn bencana alam.
Dari tahun ke tahun bangsa Indonesia sulit lepas dari bencana alam.
Seakan-akan Tuhan, menggilir setiap daerah untuk terkena bencana menyebut-Nya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/muhammad-tahir-alibe.jpg)