Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Boltim

Pimpin Rapat Kerja, Bupati Minta Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Boltim

Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto S Sos, memimpin rapat bersama ratusan Guru dan Kepala Sekolah

Penulis: Aditya Lasambu | Editor: David_Kusuma
Aditya Lasambu
Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto S Sos, memimpin rapat bersama ratusan Guru dan Kepala Sekolah se-Kabupaten Boltim, bertempat di gedung aula lantai III kantor Bupati, Senin (05/04)  

Laporan Kontributor Tribun Manado Aditya Lasambu

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto S Sos, memimpin rapat bersama ratusan Guru dan Kepala Sekolah se-Kabupaten Boltim, bertempat di gedung aula lantai III kantor Bupati, Senin (05/04) 

Dalam rapat tersebut, Bupati menekankan agar kualitas pendidikan di Boltim supaya lebih ditingkatkan lagi.

Hal ini berdasarkan fakta dimana IPM Boltim masih dibawah jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain.

Baca juga: Selebrasi Paskah Pemuda GMIM bernuansa Adat Tonsea

Baca juga: Terkait Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka, Disdik Bolmut Siapkan Hal Ini

Baca juga: Djoko Tjandra Divonis 4,6 Tahun Penjara, Jaksa Masih Pikir-pikir Soal Putusan Hakim

“Saya minta agar kualitas pendidikan lebih ditingkatkan lagi,” tegas Bupati.

Lebih lanjut kata Bupati, masih banyak kebiasaan buruk para tenaga pendidik yang pada saat mengajar hanya bermain facebook atau sarana medsos lainnya.

“Di masa kepemimpinan Saya (Bupati) dengan Pak Oskar, tidak ada lagi yang seperti itu,

mari kita rubah pola mengajar kita dan benar-benar menjadi seorang guru yang mampu mendidik muridnya dengan baik,” tambah Bupati.

Baca juga: Jaga Kamtibmas, Pangdam XIII/Merdeka Tinjau Pengamanan Gereja

Baca juga: Wali kota Bitung Mendadak Sambangi Kejari Bitung

Baca juga: Orangtua Siswa di Sulut Berharap Belajar Tatap Muka Dimulai Asalkan Patuhi Prokes

Di sisi lain kata Bupati, terkait sertifikasi yang akan diterima oleh para guru bersertifikasi, kriteria penilaiannya hanya diukur berdasarkan jam mengajar,

bukan pada kualitas atau output yang dihasilkan.

Hal itu dianggap tidak adil bagi guru non sertifikasi.

Baca juga: 111 Desa di Sulawesi Utara Rawan Narkoba

Baca juga: Angka Penjualan Rumah Komersil di Sulut Naik

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Siang, Pensiunan ASN Tewas Terlindas Truk, Kecelakaan di Dekat Pos Polisi

“Nanti akan kita buatkan peraturannya dimana sertifikasi harus memiliki standar capaian standar kualitas pendidikan.

Sebab, biaya yang harus dikeluarkan oleh Pemerintah sangat besar yaitu kurang lebih Rp 15 miliar,

tapi output yang dihasilkan tidak tidak berbanding lurus dengan itu.

Maka, tanggung jawab sebagai guru harus dijalankan secara maksimal,” pungkas Bupati. (Aditya lasambu)

Baca juga: Pemerintah Berencana Lakukan Pembelajaran Tatap Muka, Begini Tanggapan Pengamat Kesehatan

Baca juga: Lama Bungkam, Pihak Hotma Sitompul Kini Buka Suara soal Desiree yang Nekat Temui Hotman Paris

Baca juga: Taufik Tumbelaka: Ada Signal Tutup Pintu Bagi Kader Demokrat yang Bersebrangan dengan Kubu AHY

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved