Gejolak di Partai Demokrat
Kubu Demokrat Moeldoko Sulut : Tudingan Kubu AHY Bahwa Istana Terlibat Terbantahkan
Kubu Moeldoko di Sulut masih solid. Mereka masih menanti instruksi selanjutnya.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kubu Moeldoko di Sulut masih solid. Mereka masih menanti instruksi selanjutnya.
"Kami masih solid," kata Koordinator kubu Moeldoko di Sulut Vecky Gandey.
Menurutnya, instruksi Moeldoko saat ini mereka adalah tetap tenang, tidak melakukan gerakan tambahan dan kedepankan proses hukum.
Gandey hakul yakin upaya hukum mereka berhasil. "Kami yakin bisa menang," ujar dia.
Baca juga: Pimpin Rapat Kerja, Bupati Minta Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Boltim
Baca juga: Selebrasi Paskah Pemuda GMIM bernuansa Adat Tonsea
Baca juga: Terkait Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka, Disdik Bolmut Siapkan Hal Ini
Gandey mengatakan, niat awal kubunya luhur yakni ingin mengembalikan ke marwahnya yakni demokrasi sejati.
Keputusan Kemenkumham, beber dia, membantah narasi kubu AHY bahwa KLB didalangi istana. "Itu terbantahkan, " katanya.
Menurut Vecky, klaim kubu AHY mendapat simpati rakyat tak sepenuhnya benar.
Ia sendiri merasakan dukungan rakyat ke kubu Moeldoko kian besar.
Baca juga: Djoko Tjandra Divonis 4,6 Tahun Penjara, Jaksa Masih Pikir-pikir Soal Putusan Hakim
Baca juga: 111 Desa di Sulawesi Utara Rawan Narkoba
Baca juga: Novel Bamukmin Tanggapi Soal Teroris Sebut Simpatisan FPI: Kami Mengutuk Tindakan Biadap Itu
"Saat saya tiba di Manado naik gocar supirnya katakan pas Moeldoko naik karena Demokrat sudah jadi partai keluarga.
Itu bertentangan dengan jiwa demokratis di awal partai ini," ujarnya.
Ia menyebut status DPP adalah demisioner. Sedang DPD dan DPC adalah tetap.
"Tinggal menanti putusan Kemenkumham.
Jika putusan keluar pilihan ada di tangan ketua DPC dan DPD. Bersama kami atau tidak," ujarnya.
Vecky meluruskan sejumlah hal.

Ia membantah pernyataan AHY bahwa peserta KLB abal-abal. Sebut dia, KLB Deli Serdang diukuti pemilik suara sah.